Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kemenperin Sukses Membina IKM NTB Go Global, Harvesting Gernas BBI/BBWI Ite Begawe Fest 2024

Halil E.D.C • Sabtu, 7 Desember 2024 | 09:19 WIB
Dirjen IKMA Kemenperin Reni Yanita saat harvesting Gernas BBI/BBWI Ite Begawe Fest di halaman NTB Mall, Kompleks Islamic Center Mataram, Jumat (6/12).
Dirjen IKMA Kemenperin Reni Yanita saat harvesting Gernas BBI/BBWI Ite Begawe Fest di halaman NTB Mall, Kompleks Islamic Center Mataram, Jumat (6/12).

Lombok Post-Gelaran Ite Begawe Fest 2024 yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI), resmi dibuka di halaman NTB Mall, Kompleks Islamic Center, Mataram, tadi malam (6/12).

Event tahunan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tersebut menjadi salah satu ajang bergengsi untuk mendukung pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah (IKM) di tanah air.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Ir. Reni Yanita, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa Ite Begawe Fest bukan sekadar perayaan. Tetapi juga langkah konkret Kemenperin dalam mempromosikan dan memberdayakan produk-produk lokal berkualitas.

Kemenperin terus berkomitmen menjadikan Ite Begawe Fest BBI/BBWI sebagai jembatan strategis untuk meningkatkan daya saing produk lokal, baik di pasar nasional maupun internasional.

“Kolaborasi Kemenperin dan Pemprov NTB telah membuahkan hasil yang membanggakan. Termasuk 30 IKM unggulan yang lolos kurasi dan siap dibina lebih intensif untuk mencapai pasar yang lebih luas,” ujar Reni.

Menurut Reni, IKM menjadi tulang punggung perekonomian nasional dan daerah. Keberadaannya tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, namun juga menciptakan lapangan kerja sehingga mengurangi angka pengangguran, meningkatkan pendapatan masyarakat, menekan kesenjangan, serta berperan dalam upaya pengentasan kemiskinan.

“Keberadaan IKM dapat mengurangi angka kriminalitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Hal tersebut terlihat dari populasi IKM yang mencapai 4,5 juta unit usaha dan berkontribusi sebesar 99,77 persen dari total unit usaha industri. Dengan populasi tersebut, IKM turut andil menyerap sebanyak 65,55 persen dari total tenaga kerja di sektor industri keseluruhan. Serta berkontribusi hingga 21,53 persen dari total nilai output industri nasional.

“Oleh karena itu, peran IKM sangat vital bagi perekonomian nasional,” jelasnya.

Dalam rangka memperkuat kemampuan dan produktivitas IKM, Kemenperin juga menyelenggarakan berbagai program pembinaan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan. Mulai dari teknis produksi hingga manajemen usaha seperti pemasaran, keuangan, dan manajemen sumber daya manusia.

“Kami juga memberikan fasilitasi bagi IKM dalam hal kemudahan akses sumber bahan baku, serta diversifikasi dan desain produk agar IKM dapat menghasilkan produk berkualitas tinggi yang mampu bersaing di pasar,” katanya.

Selain itu, Kemenperin memberikan fasilitasi insentif bagi IKM untuk merestrukturisasi peralatan produksinya berupa penggantian sebagian biaya pembelian mesin dan peralatan, serta mengenalkan mereka pada teknologi baru dan digitalisasi.

“Digitalisasi ini membantu IKM dalam mencapai efisiensi dan konsistensi produksi, serta mempermudah akses terhadap berbagai informasi yang mendukung usaha mereka, termasuk akses pasar,” jelasnya.

Setelah memperkuat lini produksi, Kemenperin juga memfasilitasi IKM untuk memenuhi standar dan sertifikasi yang diperlukan, meningkatkan kemasan produk, serta melindungi kekayaan intelektual, sehingga dapat menjadi kompetitif dan siap bersaing di pasar nasional maupun ekspor.

Dalam hal perluasan akses pasar, Kemenperin memfasilitasi IKM untuk berpartisipasi dalam pameran dagang, business matching, dan berbagai acara promosi lainnya. “Kami juga memberikan pendampingan kepada IKM untuk memenuhi persyaratan pendaftaran ke e-Katalog nasional, seperti sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), agar dapat berpartisipasi dalam Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah,” jelasnya.

Reni menambahkan, Provinsi NTB memiliki berbagai komoditas unggulan, seperti makanan dan minuman, kain tenun, produk turunan kelapa, anyaman, gerabah, kopi, logam, alat trasportasi, dan lain sebagainya. Hal ini tak luput dari pembinaan yang telah dilakukan.

Beberapa komoditas sebagai contoh success story di antaranya: komoditi makanan dan minuman yang difasilitasi sertifikasi sistem keamanan pangan HACCP. Beberapa di antaranya termasuk ke dalam 30 IKM BBI, yaitu IKM Sate Rembiga Goyang Lidah dan IKM Pawon Pengsong Utama.

Pada komoditi tenun, telah diberikan pendampingan teknis produksi dan pewarnaan alam, serta fasilitasi mesin dan peralatan kepada IKM Tenun di Kabupaten Lombok Tengah.

“Kami juga memberikan pendampingan sentra IKM sandang dengan Konsep Desain Lab, yang hasilnya kami pamerkan pada salah satu booth di area pameran,” katanya.

“Pada komoditi alas kaki, kami melaksanakan Pendampingan Outwall Teknologi Produksi IKM Alas Kaki di Lombok Timur,” tambah Reni.

Pengembangan IKM NTB juga dilakukan dengan penguatan sentra IKM. Melalui anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan non fisik, telah dilakukan pembangunan fasilitas produksi untuk berbagai komoditi sejak tahun 2016-2024.

Di antaranya Rumah Kemasan Provinsi NTB dan sentra pande besi di Kota Mataram; UPT Logam Kotaraja dan sentra olahan porang di Lombok Timur; Sentra industri kerajinan cukli di Lombok Barat; Sentra kerajinan anyaman rotan ketak, Sentra IKM Olahan Pangan, Sentra IKM kerajinan gerabah dan Sentra pengolahan sarang burung walet di Lombok Tengah; sentra olahan kelapa di Lombok Utara; sentra tenun di Kabupaten Sumbawa; dan sentra IKM Poto Tano di Sumbawa Barat.

“Seluruh program pembinaan dan kegiatan tersebut tentunya tidak akan dapat terlaksana tanpa adanya dukungan dan kolaborasi yang erat dari Pemerintah Provinsi NTB yang mengutamakan pembinaan ke sektor industri,” katanya.

Selain itu, dalam gelaran Gernas BBI/BBWI NTB 2024 Kemenperin melakukan pembinaan dan pendampingan kepada 30 IKM terkurasi di Provinsi NTB, yang pada penyelenggaraan Harvesting BBI/BBWI selama 3 hari ke depan, diundang untuk memamerkan produk-produknya pada booth pameran yang berada di sisi tenda tamu utama.

Salah satu dari 30 IKM tersebut, yaitu Iwani.id, masuk ke dalam daftar 3 (tiga) besar UKM terbaik Anugerah Bangga Buatan Indonesia (ABBI) Award untuk kategori Kecantikan dan Kebugaran.

Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi NTB Dr Hassanudin dalam sambutannya sekaligus membuka event Ite Begawe Fest mengapresiasi sinergi antara Kemenperin dan Pemprov NTB. 

“Kami bangga menjadi tuan rumah Ite Begawe Fest BBI/BBWI 2024,” kata Pj Gubernur NTB Dr Hassanudin.

Kegiatan tahunan Kemenperin yang dipusatkan di NTB ini membuktikan bahwa Provinsi NTB memiliki potensi besar dalam industri kreatif dan pariwisata. Terlebih dengan terpilihnya 30 IKM lokal yang akan dibina lebih lanjut.

“Kolaborasi ini adalah wujud nyata keberhasilan kita bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis lokal,” katanya.

Sementara itu, Ite Begawe Fest BBI/BBWI 2024 menghadirkan sejumlah rangkaian kegiatan. Mulai dari pameran produk unggulan daerah, diskusi industri kreatif, hingga penampilan seni budaya yang memukau. Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga wadah edukasi dan jejaring bagi para pelaku IKM di NTB.

Kemenperin juga menjadi salah satu kementerian yang kerap hadir dan berkegiatan di NTB, membangun hubungan kolaborasi yang erat dan tidak terputus dengan Pemprov NTB. Dukungan ini terlihat dari berbagai inisiatif strategis, mulai dari pelatihan, program pembinaan IKM, hingga pendampingan langsung kepada para pelaku usaha lokal.

Kolaborasi ini telah menghasilkan berbagai program unggulan yang mendukung pertumbuhan sektor industri kreatif di NTB. Dan menjadikannya sebagai salah satu provinsi yang siap bersaing di pasar nasional dan internasional.

Sebagai acara tahunan bergengsi, Ite Begawe Fest BBI/BBWI menegaskan keberhasilan Kemenperin dalam memadukan promosi produk lokal dengan pariwisata. Keberlanjutan program ini diharapkan dapat menciptakan peluang besar bagi IKM Indonesia, khususnya di NTB, untuk terus berkembang dan mengharumkan nama bangsa di pasar global. (lil/fer)

 

 

 

Editor : Haliludin