LombokPost — Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding menyambangi Provinsi NTB, Rabu (11/12) lalu.
Kedatangannya menghadiri sejumlah agenda yang berkaitan dengan perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI).
Selain berkoordinasi dengan Pemprov NTB, dalam kedatangannya ke NTB juga mendiskusikan sejumlah hal dengan pengurus DPD Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) NTB.
Dia bahkan melepas keberangkatan sejumlah PMI ke Negara tujuan di Bandara Internasional Lombok.
“DPD Apjati NTB mengapresiasi kunjungan Menteri P2MI Bapak Abdul Kadir Karding ke NTB padahal beliau belum sampai dua bulan menjabat. Ini membangkitkan semangat P3MI (Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia) dan Calon PMI yang ada di NTB,” jelas Ketua DPD APJATI NTB H Edy Sofyan kepada Lombok Post, Kamis (12/12).
Menteri P2MI juga menyampaikan kondisi dan harapan untuk para PMI yang ada di NTB. Di hadapan Pj Gubernur NTB Hassanudin, Rabu sore (11/12) dia memaparkan jika PMI di tahun 2024 bisa mengirim remitansi atau devisa mencapai Rp 277 triliun.
Untuk itu, rencana tahun 2025 nanti, Menteri Abdul Kadir berharap Indonesia bisa memberangkatkan PMI sebanyak 500 ribu orang. Mulai dari tujuan ke Negara Jepang, Hongkong, Taiwan, Malaysia dan Eropa.
“Pak Menteri menyampaikan sebenarnya ada peluang 1 juta kebutuhan PMI di negara sumber. Tetapi saat ini Indonesia hanya bisa memenuhi sekitar 267 ribu orang tahun 2024 ini,” bebernya.
Peluang inilah yang ke depan akan ditangkap oleh DPD APJATI NTB maupun APJATI yang ada di provinsi lainnya di Indonesia.
Tahun depan, DPD APJATI NTB sendiri menargetkan bisa memberangkatkan 50 ribu PMI asal NTB ke berbagai Negara.
Jika target ini terealisasi otomatis NTB bisa mewujudkan 10 persen dari target yang dicanangkan Menteri P2MI Abdul Kadir Karding.
Di hari keduanya di NTB, Menteri P2MI juga kemarin melepas pemberangkat PMI ke Malaysia yang berjumlah 80 orang. Dia berpesan kepada PMI untuk bekerja sebaik-baiknya.
“Sehingga pulang nya nanti bisa mebawa modal yang banyak dan bisa menjadi pengusaha suskses di kampung halaman,” pesannya.
Menteri P2MI juga memberikan penekanan kepada Pemprov NTB melalui Dinas Tenaga Kerja, BP3MI NTB, hingga P3MI yang memberangkatkan PMI untuk benar-benar memperhatikan keselamatan mereka.
Baik saat pemberangkatan, ketika bekerja di Negara tujuan, maupun saat kepulangan.
Terlebih, menjelang akhir tahun nanti ada ribuan PMI yang juga akan diberangkatkan.
“Betul tanggal 20 Desember ke atas nanti ada ribuan PMI yang akan berangkat. Kami saja di PT Cipta Rezeki Utama akan memberangkatkan 1.200 orang,” jelas Haji Edy, sapaan pria yang juga menjabat Komisaris Utama PT Cipta Rezeki Utama tersebut. (ton)
Editor : Kimda Farida