Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kunjungi NTB, Wamendag Dorong UMKM Go Internasional 

Sanchia Vaneka • Minggu, 15 Desember 2024 | 07:56 WIB

 

KUNJUNGAN: Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri dalam kuliah umum di Universitas Mataram (Unram), Jumat (13/12). 
KUNJUNGAN: Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri dalam kuliah umum di Universitas Mataram (Unram), Jumat (13/12). 
 

LombokPost-Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri melakukan kunjungan ke NTB, Jumat (13/12).

Dalam kunjungannya, dirinya menekankan dan mendorong perkembangan UMKM go international.

”Ya target kita jangka pendek ini 100 UMKM, syukur-syukur kalau lebih dari 100,” kata Dyah Roro Esti Widya Putri usai memberikan kuliah umum di Universitas Mataram (Unram).

Dyah Roro menjelaskan, saat ini Indonesia sedang menghadapi bonus demografi. Dengan 68 persen penduduk Indonesia berasal dari kalangan produktif yakni 16 tahun sampai 65 tahun.

Maka ini dapat menjadi kesempatan untuk mengembangkan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kita bisa berkontribusi dengan cara masing-masing,” ucapnya. 

Hal ini berkesinambungan dengan tiga program utama Kementerian Perdagangan yakni untuk meraih pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen.

Ketiga program tersebut yaitu pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, dan penguatan UMKM untuk bisa ekspor.

Menurut Roro, Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi salah satu potensi yang harus dioptimalkan untuk mengembangkan UMKM. Sehingga dapat memperkuat pasar dalam negeri, pasar internasional, dan pasar ekspor. 

Namun, kerap kali pelaku UMKM mengaku kesulitan administrasi untuk melakukan ekspor.

Menurut Roro, hal tersebut diatasi dengan pendampingan UMKM dan ada InaExport dan market intelligence. 

”Semua itu ada. Suka tidak suka setiap negara pasti punya standar, jadi bagaimana UMKM Indonesia bisa berdaya saing dan fullfill standar standar itu,” jelasnya.

Saat ini, kolaborasi antar kementerian berfokus pada beberapa aspek yang meliputi hilirisasi 28 komoditas utama Indonesia, ketahanan pangan dan energi, serta reformasi kesehatan dan pendidikan. (chi/r11) 

Editor : Kimda Farida
#UMKM #go internasional #negeri #ekspor #perdagangan #penguatan #Pangan