Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Efek Nataru dan Pasokan Menurun, Harga Bapok Mulai Naik

Sanchia Vaneka • Kamis, 26 Desember 2024 | 07:40 WIB

 

MEROKET: Seorang pedagang telur yang sedang menjajakan telurnya di sebuah pasar Kota Mataram, beberapa waktu lalu. 
MEROKET: Seorang pedagang telur yang sedang menjajakan telurnya di sebuah pasar Kota Mataram, beberapa waktu lalu. 
 

LombokPost-Harga bahan pokok (Bapko) melonjak di masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Salah satu komoditas yang harganya naik tajam adalah telur ayam.

”Harga telur lagi naik sekarang, sudah naik karena ada Natal dan Tahun Baru,” ungkap Ida, pedagang di Pasar Kebon Roek, Senin (23/12).

Saat ini, harga telur mencapai Rp 55 ribu per tray untuk ukuran besar, naik Rp 5 ribu dibandingkan sebelumnya.

Sedangkan telur ukuran kecil naik dari Rp 40 ribu menjadi Rp 45 ribu per tray.

Menurut Ida, kenaikan harga ini lebih tinggi dari biasanya.

Jika sebelumnya kenaikan hanya sekitar Rp 2 ribu per ikat atau enam tray, kini naik hingga Rp 20 ribu.

Harga satu ikat telur ukuran besar yang sebelumnya Rp 305 ribu kini menjadi Rp 320 ribu-Rp 325 ribu.

”Ini (telur) yang dari Bali dan lokal sama saja harganya,” jelasnya.

Ida menjelaskan, telur dari Bali lebih diminati pembeli karena ukurannya besar dan kualitas kuning telurnya lebih bagus.

Meskipun melonjak, permintaan tetap tinggi karena kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Nataru.

Bapok lain juga mengalami kenaikan. Kepala Pasar Kebon Roek Malwi menyebutkan, harga cabai rawit saat ini mencapai Rp 40 ribu per kilogram, naik signifikan dibandingkan sebelumnya.

Tomat juga mengalami kenaikan harga, dijual dengan harga Rp 20 ribu per kilogram.

”Bumbu dapur juga naik, mungkin karena ada Natal dan Tahun Baru,” kata Malwi.

Bawang putih saat ini dijual dengan harga Rp 37 ribu per kilogram, sementara bawang merah mencapai Rp 40 ribu per kilogram.

Harga daging ayam mencapai Rp 38 ribu per kilogram, dan daging sapi dijual Rp 125 ribu per kilogram.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, membenarkan adanya lonjakan harga bahan pokok menjelang Nataru.

Salah satu komoditas yang naik signifikan adalah cabai merah keriting, yang mengalami kenaikan sebesar Rp 6.300 menjadi Rp 45.533 per kilogram.

“Penyebabnya karena pasokan menurun,” kata Baiq Nelly. (chi/r11)

Editor : Kimda Farida
#Natal #harga #naik #telur #tajam #Nataru #kenaikan #tahun baru #komoditas