Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Waspada Tipu-tipu Penawaran Penyedia Makanan Bergizi Gratis

Yuyun Kutari • Sabtu, 11 Januari 2025 | 13:00 WIB

 

BELUM BEROPERASI: Dapur umum SPPG Kodim 1606/Mataram nantinya akan memproduksi MBG bagi anak sekolah, ibu menyusui dan ibu hamil, berlokasi di komplek Kompi Zeni Tempur 18/YKR, Mataram.
BELUM BEROPERASI: Dapur umum SPPG Kodim 1606/Mataram nantinya akan memproduksi MBG bagi anak sekolah, ibu menyusui dan ibu hamil, berlokasi di komplek Kompi Zeni Tempur 18/YKR, Mataram.
 

 

MATARAM-Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Ahmad Masyhuri mengingatkan kepada pelaku UMKM terutama di bidang kuliner untuk waspada, dan melakukan kroscek sebelum menerima kerja sama sebagai penyedia MBG ini. “Ini harus diatensi,” terangnya, pada Lombok Post, Kamis (9/1).

Sebab di sejumlah daerah di Indonesia, pelaksanaannya telah disalahgunakan oknum yang tidak bertanggung jawab. Puluhan pemilik katering ditipu akibat dijanjikan menjadi pemasok santapan di program MBG.

“Saya mengimbau kepada masyarakat supaya tidak terbujuk dengan tipu rayu oknum yang tidak bertanggung jawab itu,” jelasnya.

Mengenai pelaksanaan MBG di NTB, pemprov belum memiliki kebijakan apapun terkait peran pelaku UMKM. Apakah nanti akan dilibatkan secara langsung atau tidak. “Apakah nanti ambil bagian yang mana, apalagi sampai membuka link pendaftaran, belum ada. Ini saya tegaskan,” kata dia.

Dalam beberapa kali rapat terkait MBG bersama stakeholder terkait, penyediaan makanan dikelola dapur umum. Tetapi informasi lebih jauh mengenai partisipasi UMKM di dalamnya, belum dijelaskan secara rinci.

Ada kemungkinan, apabila lokasi sekolah tidak terjangkau dapur umum, maka pemasok MBG di daerah tersebut bisa dilakukan para pelaku UMKM bidang kuliner yang ada.

“Ini kita berbicara kemungkinan ya karena belum ada petunjuknya nih. Kalau masalah UMKM bidang kuliner, saya rasa kita tidak akan pernah merasa kekurangan, mereka banyak di mana-mana,” ujar Masyhuri.

Karena itu, dirinya mengimbau agar seluruh pelaku UMKM bidang kuliner di NTB, menunggu keputusan resmi dari pemerintah. Jangan gegabah karena bisa berujung pada kerugian. “Lebih baik pelaku UMKM ini tunggu dan sabar mendengar informasi resmi dari pemerintah,” sambungnya.

Sekda NTB Lalu Gita Ariadi juga memberi peringatan kepada oknum untuk jangan mengambil kesempatan, sehingga membawa akibat buruk bagi pelaku UMKM di NTB. “Seperti di daerah lain kan, banyak itu oknum yang bergerilya sebagai penyedia,” tegasnya.

Pemprov NTB jelas tidak tinggal diam menyikapi fenomena ini. Tidak ingin pelaku UMKM di Bumi Gora menjadi korban. “Ini sampai dengan segala sesuatunya secara resmi nanti kita launching.  Segera terus kita menyiapkan administrasi, pola, merancang, mendesain, supaya terlaksana dengan efisien dan efektif,” terang Gita. (yun/r11)

Editor : Redaksi Lombok Post
#UMKM #koperasi #Kerja Sama #ukm #Kuliner #pelaku #NTB #makanan