LombokPost-Plt Kepala Badan Riset Daerah (BRIDA) NTB Lalu Suryadi menyebut, tahun ini pihaknya tidak mendapatkan alokasi anggaran untuk penelitian atau riset dari APBD murni.
”Tidak ada untuk kami,” ungkapnya kepada Lombok Post.
Selama ini, pembiayaan riset BRIDA NTB bersumber dari pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD NTB dan dana hibah riset dari Badan Riset Nasional (BRIN).
Penelitian yang dilakukan bersifat berdasarkan permintaan, bukan keinginan lembaga.
“Kami menerima riset by request dari pihak yang memiliki anggaran,” ujarnya.
Suryadi menjelaskan ada dua jenis riset yang dilakukan.
Pertama, riset berbasis kebijakan yang digunakan Pemprov NTB untuk membuat kebijakan publik, seperti penelitian tentang potensi daerah di sektor pertanian, pariwisata, perikanan, kelautan, dan lainnya.
Kedua, riset untuk menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi daerah, seperti stunting atau kemiskinan.
“Kami riset untuk menghasilkan solusi yang dapat memperbaiki regulasi dan kebijakan,” jelasnya.
Penelitian-penelitian ini sering kali diminta anggota DPRD NTB.
Setelah riset dilakukan, BRIDA memberikan hasil dalam bentuk policy brief, dokumen yang berisi analisis dan rekomendasi kebijakan untuk pengambilan keputusan demi kepentingan masyarakat NTB.
“Dewan ingin tahu penyebab stunting, misalnya, jadi kami lakukan riset dan berikan rekomendasi,” kata Suryadi.
Sementara itu, dana hibah riset dari BRIN diberikan untuk penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan melalui berbagai skema hibah riset berbasis kompetisi.
BRIN memiliki beragam skema, seperti Pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi, RIIM Ekspedisi, RIIM Start-Up, RIIM Invitasi, RIIM Kolaborasi, Pusat Kolaborasi Riset (PKR), serta Pengujian Produk Inovasi Kesehatan dan Pertanian.
Untuk mendapatkan dana tersebut, BRIDA bersama perguruan tinggi terkait menyusun proposal penelitian yang diajukan ke BRIN.
“Kami bersaing secara nasional dengan pengusul dari seluruh Indonesia,” tegas Suryadi.
Selain itu, ketika pemerintah pusat merilis kebijakan atau program nasional, biasanya BRIN meminta lembaga di daerah melakukan penelitian awal.
“BRIN memiliki anggaran riset yang diberikan ke daerah, dan hasil riset itu menjadi bahan pertimbangan untuk kebijakan lebih lanjut,” ujarnya.
Meski riset dilakukan berdasarkan permintaan, Suryadi memastikan dukungan penuh dari BRIDA.
“Teman-teman pasti all out dalam penelitian. Tentu ada keinginan untuk melakukan riset atas inisiatif sendiri, tapi kami memahami kondisi anggaran daerah,” pungkasnya. (yun/r7)
Editor : Kimda Farida