LombokPost-Musim hujan masih melanda NTB. Sejumlah wilayah sempat dilanda banjir, merendam permukiman warga dan areal sawah milik petani.
“Jelas ini menimbulkan kerugian bagi masyarakat kita,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB H Muhammad Taufieq.
Bantuan bibit bagi lahan pertanian terdampak banjir sudah disiapkan.
Jumlah keseluruhan tidak disebutkan, namun Distanbun memastikan ketersediaannya saat masyarakat membutuhkannya.
Contohnya saat banjir bandang dan tanah longsor melanda dua kecamatan di Bima.
Berhektare-hektare lahan pertanian masyarakat terendam.
Pemprov NTB menyerahkan bantuan 1 ton benih unggul.
“Ini sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat,” kata pria asal Sumbawa tersebut.
Bantuan itu untuk mengganti tanaman padi milik warga. Berdasarkan pemantauan penyuluh pertanian, sebanyak 57 kelompok tani terdampak dengan luas tanam 258 hektare.
Dari jumlah tersebut, 221 hektare mengalami puso (gagal panen), dengan rata-rata umur tanaman padi berkisar antara 25-35 Hari Setelah Tanam (HST).
Pemprov NTB tidak akan lepas tangan.
Proses distribusi bibit padi di wilayah terdampak banjir akan dikawal penyuluh pertanian dengan bantuan TNI-Polri guna memastikan petani dapat kembali menanam secepatnya.
Terkait lahan pertanian yang terdampak, Distanbun akan meningkatkan koordinasi dengan pemda.
Langkah ini bertujuan memberikan dukungan lebih lanjut kepada petani, baik dalam bentuk bantuan benih maupun sarana dan prasarana pertanian.
Hal ini penting mengingat lahan pertanian terdampak banjir di daerah biasanya mampu berproduksi hingga empat kali dalam setahun.
“Kami berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan dan bantuan guna memastikan keberlanjutan produksi pertanian di wilayah terdampak bencana,” tandasnya.
Wakil Ketua Komisi II DPRD NTB Megawati Lestari mendesak Pemprov NTB untuk serius menangani dampak banjir terhadap petani.
Politisi Partai Golkar itu meminta Distanbun menjadikan ini sebagai atensi serius dalam menangani lahan pertanian yang terendam banjir di seluruh NTB.
“Sebentar lagi kita memasuki bulan puasa. Dan saat itu merupakan masa panen raya. Oleh sebab itu, kami meminta Distan untuk segera turun tangan dan menangani masalah ini dengan serius,” kata dia. (yun/r7)
Editor : Rury Anjas Andita