Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ingin Buka Puasa Sambil Menikmati City Light Mataram dari Puncak Bukit Bengkaung, Ini Syaratnya!

nur cahaya • Kamis, 6 Maret 2025 | 17:26 WIB

 

 

Pengunjung taman Langit menunggu waktu berbuka puasa di Bukit Bengkaung, Desa Batulayar, Lombok Barat, Selasa (4/3). Destinasi yang menerapkan wisata syariah ini buka mulai pukul 15.00 WITA.
Pengunjung taman Langit menunggu waktu berbuka puasa di Bukit Bengkaung, Desa Batulayar, Lombok Barat, Selasa (4/3). Destinasi yang menerapkan wisata syariah ini buka mulai pukul 15.00 WITA.

Kedai Taman Langit Lombok yang terletak di Desa Bengkaung, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat (Lobar) menyuguhkan pengalaman berbeda saat ngabuburit hingga berbuka puasa.

Lezatnya menu hidangan iftar berpadu dengan pemandangan ciamik dari ketinggian bukit. Usai buka puasa, pengunjung bisa lanjut foto-foto dengan latar belakang city light Kota Metropolis.

-------------------

Bangunan terasering seluas 20 are ini seperti layaknya panggung besar yang menggantung di atas ketinggian bukit.

Di atasnya berkerumun banyak orang, sore Selasa (4/3).

Mereka sibuk berpose lalu berswafoto. Masing-masing memilih spot terbaik.

Ada yang foto secara beramai-ramai ada juga yang memilih sendirian. Sebagian ada yang memilih ngonten dengan live TikTok.

"Seru-seruan sambil nunggu buka puasa," kata Rahmi, salah seorang pengunjung.

Para pengunjung benar-benar tidak mau menyianyiakan pemandangan estetik itu.

Memang, di belakang mereka terbentang view menakjubkan dengan perpaduan bukit, pemandangan kota dan pantai di sisi barat daya.

Kaulan Sadidan, pengunjung lainnya datang bersama empat rekan kerjanya.

Tujuannya sengaja datang ngabuburit sambil menunggu buka puasa.

Bahkan mereka membawa drone demi bisa mengabadikan momen spesial itu.

"Di sini lanskap pemandangannya lengkap. Bukan hanya view Kota Mataram yang terlihat. Ada juga view perbukitan dan lautan. Satu tempat banyak pemandangan," ungkapnya.

Selain pemandangan, suasananya juga sangat tenang dan alami.

Sehingga bagi mereka yang bosan dengan view pantai atau hiruk pikuk perkotaan, wisata Taman Langit ini cocok menjadi tempat wisata alternatif.

"Ini tempat wisata paket lengkap. Ada menu makannya juga. Sehingga kami langsung buka puasa di sini," ujar pria asal Mataram itu.

Waiter Kedai Taman Langit Roni mengatakan pihaknya menyiapkan banyak menu untuk berbuka puasa.

Mulai dari aneka minuman, camilan atau makan ringan hingga makanan berat. Resepnya juga beragam.

Selain menyiapkan masakan khas Sasak seperti ayam bakar Taliwang dan pelecing kangkung, ada juga menu masakan nusantara.

Seperti ayam bumbu sambal mentah, soto ayam, sate ayam, rawon, dsn banyak lagi. Untuk minuman tersedia jus buah dan aneka mocktail.

"Menu-menunya ya serasa makanan rumahan lah," kata Roni

Tersedia juga european food. Seperti pizza, aneka pasta serta chicken gordon blue.

"Kadang-kadang kami juga kedatangan wisatawan asing. Makanya kami siapkan menu western food," jelas Roni.

Selama puasa Ramadan ini, pihaknya mengubah jam operasional. Saat ini pihaknya mulai buka pukul 15.00 hingga pukul 23.00 Wita.

Sebab banyak pengunjung yang berdatangan setelah salat Tarawih.

Mereka asyik menikmati pemandangan berupa kerlap kerlip lampu Kota Mataram.

 Baca Juga: SA Bakar Iphone Curian Karena Tak Tahu Cara Gunakan

Wisata Syariah

Menariknya, pengelola juga menerapkan konsep wisata syariah.

Pasangan pengunjung yang bukan mahram atau belum menikah, misalnya, diminta untuk menjaga sopan santun.

Mereka tidak boleh terlalu berdekatan. Sehingga di sejumlah tempat ditempel tulisan bernada imbauan.

Bahwa yang bukan mahram harus menjaga jarak satu sama lain.

"Nanti ada petugas kami yang keliling untuk mengingatkan pengunjung," tutur Roni.

Pengunjung wanita yang mengenakan bawahan di atas lutut juga diminta mengenakan pakaian di bawah lutut.

Sebagai solusinya, pengelola menyiapkan kain khusus untuk menutup auratnya.

"Kami pakaikan sarung agar pakaiannya lebih tertutup," sambung Nabil, waiter lainnya.

Owner Kedai Taman Langit Lombok Syarif Hidayatulloh menuturkan proyek kedai itu bukan dikerjakan 2018 dan resmi dibuka akhir 2019.

Dia mengaku terinspirasi dari konsep Bukit Bintang yang terletak di Gunungkidul, Jogjakarta. Juga dari spot wisata Paralayang, di Batu, Jawa Timur.

"Konsepnya hampir sama. Kalau kami menawarkan pemandangan malam berupa view city light Kota Mataram," tuturnya.

Tempat itu mampu menampung sekitar 200 pengunjung. Di sana juga ada empat lokasi swafoto yang berhadapan langsung tanpa penghalang.

Pemandangan hijau berupa gundukan bukit, pemandangan metropolis dan pantai terlihat dengan jelas.

"Karena tempatnya yang terbuka ini sehingga kami namakan Taman Langit," tutur Syarif. (UMAR WIRAHADI/r3)

Editor : Kimda Farida
#paralayang #Lautan #Taman Langit #operasional #Metropolis #pemandangan #Buka Puasa #makanan berat