LombokPost-Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama istri, Sinta Agathia Soedjoko, menggelar safari Ramadan perdana di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Kedatangannya disambut Bupati KSB Amar Nurmansyah, Wakil Bupati Hj Hanifah, dan jajaran kepala OPD.
Kegiatan berlangsung khidmat di Masjid Agung Darussalam, kompleks Kemutar Telu Center (KTC) Taliwang, Sabtu (8/3). Gubernur Iqbal mengatakan safari Ramadan menjadi ajang silaturahmi untuk mempererat hubungan pemerintah provinsi dan daerah, sekaligus memperkuat kebersamaan dengan masyarakat.
"Safari Ramadan ini bisa menjalin sinergi dan kekompakan dalam menjalankan roda pemerintahan," kata Iqbal.
Ia mengajak masyarakat memanfaatkan bulan Ramadan untuk memperbanyak ibadah dan mempererat silaturahmi. "Silaturahmi ini juga bagian dari ibadah. Semoga pemerintah dan masyarakat bisa terus bersinergi membangun NTB," ujarnya.
Iqbal mengungkapkan bahwa dirinya dan Bupati KSB Amar Nurmansyah adalah teman satu alumni saat menjalani retreat di Akmil Magelang. "Bagi saya, safari Ramadan ini sangat spesial. Semoga silaturahmi ini tetap terjaga antara Pemprov NTB, Pemkab KSB, dan masyarakat di masa mendatang," paparnya.
Ia menambahkan, Kabupaten Sumbawa Barat kaya akan sumber daya alam dan menjadi penopang ekonomi NTB, terutama dari sektor pertambangan. Saat ini, KSB juga telah menjadi kawasan industri berkelanjutan yang mendukung keberadaan smelter.
"Ini sangat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Ke depan, akan menarik lebih banyak investor dan membuka peluang kerja," tutur Miq Iqbal, sapaan akrabnya.
Pantau Stabilitas Harga Bapokting
Usai sahur dan salat Subuh berjamaah di pendopo Bupati KSB, Gubernur Iqbal mengunjungi Pasar Tanah Mira. Didampingi pejabat Pemprov NTB serta Bupati dan Wabup KSB, ia berdialog dengan pedagang dan memantau harga bahan pokok penting (bapokting).
Beberapa komoditas seperti beras, minyak goreng, gula, dan cabai masih mengalami fluktuasi harga. Iqbal menegaskan pemerintah akan mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga agar tetap terjangkau.
"Kami ingin memastikan harga bahan pokok selama Ramadan dan Idul Fitri stabil serta tidak memberatkan masyarakat," tandas mantan Duta Besar Indonesia untuk Turki itu.
Kepala Dinas Perdagangan NTB Baiq Nelly Yuniarti mengatakan pihaknya terus memantau harga bapokting dan melakukan intervensi untuk menekan harga di pasaran.
"Harga cabai, misalnya, kini cenderung turun. Cabai rawit merah sudah berhasil ditekan di bawah Rp 100 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp 130 ribu hingga Rp 150 ribu," jelas Nelly.
Ia menambahkan, pemerintah mendatangkan pasokan cabai dari Jawa untuk menstabilkan harga.
"Alhamdulillah, sekarang harga cabai sudah turun. Pasokan dari Jawa sudah beredar di pasar," tutupnya. (mar/r7)
Editor : Rury Anjas Andita