LombokPost-Ratusan hewan ternak kembali diserang penyakit mulut dan kuku (PMK). Sejak Januari hingga pertengahan Maret, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB sudah mencatat 245 kasus aktif yang tersebar di enam kabupaten/kota se-NTB.
Kasus paling banyak ditemukan di Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Selama dua bulan terakhir, Lobar mencatat 119 kasus PMK. Kasus terbanyak kedua ditemukan di Lombok Timur (Lotim) sebanyak 50 kasus serta Lombok Tengah (Loteng) 36 kasus. Selain itu Lombok Utara tercatat 21 kasus, Sumbawa Barat 14 kasus dan Kota Mataram 1 kejadian.
"Tentu ini jadi warning karena PMK masih kami temukan," kata Kepala Dinas Peternakan Muhammad Riadi, Selasa (11/3).
Dinas Peternakan pun kembali menggencarkan vaksinasi hewan ternak. Sejak Januari sampai sekarang sudah mencapai 119.369 vaksin di semua kabupaten/kota. Sehingga dari tindakan itu 238 hewan sudah dinyatakan sembuh.
Meski sudah sembuh, Dinas Peternakan meminta para peternak untuk tetap memisahkan hewan yang terjangkit dengan ternak yang sehat. Agar kasus PMK tidak menyebar ke ternak yang lain. "Meski secara fisik sudah sembuh, virus ini bisa bertahan lama di tubuh hewan. Kami khawatir ini bisa nular," papar Riadi.
Namun proses vaksinasi belum berjalan mulus. Karena sejumlah kendala di lapangan. Khususnya terkait distribusi ke daerah terpencil di Pulau Sumbawa. "Kalau di Lombok saja gampang. Tapi yang sulit dijangkau ini di area Sumbawa San sekitarnya," ujar Riadi.
Di sisi lain tidak semua vaksin bisa dipakai. Sebab masih ditemukan 4389 vaksin yang expired. Sehingga pihaknya tidak bisa memanfaatkan vaksin tersebut. Kemarin tim Dinas Peternakan langsung memusnahkan vaksin tersebut.
Untuk mencegah kasus meluas, Dinas Peternakan NTB telah memerintahkan UPT Kesehatan Hewan (Keswan) di setiap kabupaten/kota untuk aktif turun ke peternak. Jika ditemukan ada ternak mengalami gejala ringan, harus segera diberikan penanganan. Minimal dengan cara memisahkan kandang agar hewan yang sehat tidak tertular. Pencegahan lainnya dengan meminta para peternak agar menjaga kebersihan kandang ternak.
Diketahui, PMK adalah penyakit menular dan menyerang semua hewan ternak berkuku belah. Seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba. Penyakit ini dibawa oleh virus bernama aphtovirus. Para peternak harus waspada terhadap sejumlah gejala. Seperti hewan yang tidak nafsu makan, menggigil, menurunnya produksi susu dengan drastis.
"Apalagi Lebaran nanti tentu permintaan daging akan tinggi. Kami menggencarkan sosialiasi agar protein hewani ini lebih terjamin kesehatannya," tandas Riadi. (mar/r7)
Editor : Akbar Sirinawa