Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

BBPOM Mataram Perkuat Sinergi POM dan Daya Saing UMKM untuk NTB Makmur Mendunia

Geumerie Ayu • Rabu, 19 Maret 2025 | 18:15 WIB

AUDIENSI: Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram Yosef Dwi Irwan melakukan audiensi dengan Gubernur NTB H Lalu Muhamad Iqbal Di Kantor Gubernur NTB.
AUDIENSI: Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram Yosef Dwi Irwan melakukan audiensi dengan Gubernur NTB H Lalu Muhamad Iqbal Di Kantor Gubernur NTB.
LombokPost- Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram Yosef Dwi Irwan melakukan audiensi dengan Gubernur NTB H Lalu Muhamad Iqbal.

Dalam audiensi tersebut, Yosef mengatakan BBPOM memiliki peran penting dan strategis terkait aspek kesehatan, ekonomi, ketahanan nasional, dan daya saing bangsa.

Untuk mewujudkan ketersediaan Obat dan Makanan yang aman, bermutu, dan bergizi, Badan POM tidak bisa bekerja sendiri.

Namun perlu dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Daerah.

"Kami berterima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah NTB atas dukungannya kepada Badan POM. Semoga kolaborasi dan sinergi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan daya saing pelaku usaha semakin solid ke depannya dalam komando Bapak Gubernur" ujarnya.

Yosef menyampaikan program unggulan BPOM dalam upaya peningkatan kesadaran Keamanan Pangan.

Di antaranya, Desa Pangan Aman, Pasar Aman Berbasis Komunitas, dan Intervensi PJAS Aman yang telah dilaksanakan BBPOM di Mataram kepada Desa / Kelurahan, Sekolah dan Pasar se NTB sejak tahun 2014.

Program ini juga sejalan dengan Program Germas, mendukung pengentasan stunting, dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui pendampingan pelaku usaha untuk mendapatkan izin edar baik PIRT dan BPOM

BBPOM di Mataram telah melakukan intervensi terhadap 208 desa atau 17,84 persen dari total 1.166 desa. Kemudian 1.514 sekolah atau 21,30 persen dari total 7.107 sekolah, dan 22 pasar atau 10 persen dari 211 pasar.

“Harapannya setiap Pemerintah Daerah dapat melakukan repilikasi untuk perluasan cakupan desa, sekolah dan pasar” ungkap Yosef.

Prestasi tingkat Nasional juga telah diraih perwakilan dari NTB dalam lomba yang digelar BPOM pada tahun 2023 dan 2024.

Di antaranya, Desa Kembang Kuning, SDN 19 Cakranegara, MTsN 1 Mataram, SMAN 5 Mataram, MAN 1 Sumbawa dan Pasar Dasan Agung.

Tentunya keberhasilan ini dapat direplikasi ke desa, sekolah dan pasar lainnya karena masih kecilnya tingkat intervensi yang dilakukan oleh BBPOM di Mataram

Yosef juga melaporkan bahwa dalam upaya peningkatan efektifitas pengawasan Obat dan Makanan di daerah, sejak 2020 telah digulirkan DAK Non Fisik POM yang dikelola oleh Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota.

Anggaran DAK Non Fisik POM diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh Pemda dalam mengawal mutu dan keamanan pangan, pemberdayaan masyarakat serta daya saing UMKM.

Menyadari peran UMKM sebagai pilar ekonomi kerakyatan, BBPOM di Mataram memiliki inovasi Gemilang Pro UMKM (Gerakan Lintas Lembaga Mengawal Daya Saing Produk UMKM).

Program ini ditujukan untuk percepatan perizinan melalui kolaborasi pendampingan UMKM, termasuk pemberdayaan mahasiswa sebagai pendamping UMKM.

“Saat ini dengan teknologi Pangan Steril Komersial menikmati kuliner khas NTB seperti sate rembige ataupun ayam taliwang dapat kapan saja dan di mana saja tanpa harus dibekukan (frozen), siap santap dan telah dikawal keamanannya oleh BBPOM Mataram“ jelasnya.

Ditambahkannya, ada beberapa permasalahan yang masih perlu menjadi perhatian di wilayah NTB. Di antaranya, masih ditemukan penggunaan bahan berbahaya berupa Boraks dalam kerupuk terigu dan mie basah.

Kemudian penjualan antibiotik tanpa resep dokter yang berdampak terjadi Anti-Microbial Resistance (AMR).

Gubernur NTB H Lalu Muhamad Iqbal mengapresiasi dan berterima kasih atas dukungan BBPOM Mataram dalam mengawal keamanan obat dan makanan di NTB.

Pihaknya juga berkomitmen untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi pengawasan.

Salah satunya melalui revitalisasi SK Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan Provinsi NTB.

Iqbal juga berharap dukungan BBPOM di Mataram dalam pendampingan bagi UMKM untuk memperoleh izin edar, sehingga produknya dapat bersaing dan meningkatkan kesejahteraan UMKM.

Penguatan pemberdaayaan masyarakat juga perlu dilakukan, bersinergi dengan seluruh stakeholder termasuk dengan Tim Penggerak PKK yang memiliki kader sampai tingkat desa dan kelurahan, sehingga dapat memutus mata rantai peredaran pangan mengandung bahan berbahaya.

Untuk masalah AMR, Iqbal memberi arahan mengenai perlunya pengendalian di apotek-apotek sehingga tidak lagi menyerahkan antibiotik tanpa resep dokter termasuk pemberian sanksi sesuai ketentuan, termasuk sosialisasi yang berkelanjutan kepada masyarakat. (Geumie)

Editor : Kimda Farida
#UMKM #dukungan #audiensi #Bahan Berbahaya #NTB Makmur Mendunia #Kesehatan #DAK Non Fisik #BBPOM Mataram #Desa Pangan Aman #obat dan makanan #PJAS Aman #perizinan #Pemberdayaan ekonomi #Boraks