LombokPost-Hujan lebat disertai angin kencang melanda berbagai daerah di NTB dalam dua hari terakhir. Cuaca ekstrem ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, termasuk banjir dan longsor.
Prakirawan Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (Stamet ZAM), Andini Ganiswari, mengatakan kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga 31 Maret. Selain curah hujan tinggi, gelombang laut juga meningkat hingga lebih dari dua meter.
"Waspadai tinggi gelombang yang mencapai dua meter atau lebih di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, Selat Sape bagian selatan, dan Samudera Hindia selatan NTB," jelas Andini.
Ia menjelaskan, cuaca ekstrem ini dipicu oleh aktivitas gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) serta gelombang atmosfer Equatorial Rossby yang aktif di wilayah NTB. Gelombang Rossby meningkatkan suplai uap air, sehingga pembentukan awan hujan bertambah signifikan.
"Kondisi ini memicu pertumbuhan awan hujan yang berpotensi menyebabkan hujan sedang hingga lebat dalam sepekan ke depan," katanya.
Menurutnya, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat umumnya terjadi pada sore hingga malam hari, disertai angin kencang yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang.
"Yang perlu diwaspadai adalah cuaca ekstrem yang terjadi secara tiba-tiba dan bersifat lokal. Kami perkirakan kondisi ini berlangsung hingga masa arus mudik nanti," ujar Andini.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD NTB Ahmadi mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca.
"Cuaca ekstrem ini berpotensi terjadi hingga malam takbiran. Kami juga mengingatkan warga di pesisir untuk mewaspadai banjir rob," jelasnya.
BPBD NTB akan fokus pada pengamanan dan antisipasi dampak cuaca ekstrem, termasuk kesiapsiagaan terhadap bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi. (mar/r7)
Editor : Pujo Nugroho