Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Distribusi Bahan Pokok Tak Terganggu Mudik, Pemprov NTB Pastikan Ketersediaan Stok

nur cahaya • Rabu, 26 Maret 2025 | 22:30 WIB

 

LIHAT LANGSUNG: Wakil Gubernur NTB Hj Indah Dhamayanti Putri (kiri) bersama sejumlah kepala OPD lingkup Pemprov NTB, saat turun ke pasar untuk memantau harga bahan pokok, memastikan ketersediaan stok.
LIHAT LANGSUNG: Wakil Gubernur NTB Hj Indah Dhamayanti Putri (kiri) bersama sejumlah kepala OPD lingkup Pemprov NTB, saat turun ke pasar untuk memantau harga bahan pokok, memastikan ketersediaan stok.

 

LombokPost–Pemprov NTB memastikan ketersediaan stok bahan pokok (bapok) tetap aman selama mudik Lebaran tahun ini.

Meski ada kebijakan pembatasan angkutan barang, distribusi logistik, terutama dari Pulau Jawa, dipastikan tetap lancar.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) NTB Baiq Nelly Yuniarti mengatakan, para distributor sudah menyiapkan stok hingga Idul Fitri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Harga bapok juga terus dikendalikan di tengah meningkatnya permintaan.

"Untuk NTB, distributor sudah menyetok logistik Ramadan hingga Lebaran, jadi bukan stok harian. Karena sudah diprediksi, distribusi bapok tidak akan terhambat oleh arus mudik," jelasnya, Selasa (25/3).

Ia menambahkan, kebijakan pembatasan kendaraan logistik bertujuan memberi ruang bagi pemudik, tetapi tidak melarang pengangkutan logistik dari Jawa ke daerah.

Logistik dari Jawa ke NTB umumnya berupa produk non-pertanian, seperti minyak goreng, makanan ringan, air mineral, dan semen. "Untuk produk pertanian seperti beras, sayur mayur, dan daging, kita daerah penghasil, jadi tidak didatangkan dari luar," tambahnya.

Sebagai informasi, pembatasan operasional angkutan barang selama Lebaran 2025 mulai berlaku sejak Senin (24/3) di ruas tol dan non-tol. Pembatasan ini berlaku untuk mobil barang dengan sumbu tiga atau lebih, kendaraan dengan kereta tempelan atau gandengan, serta angkutan hasil galian, tambang, dan bahan bangunan.

Sementara itu, kendaraan angkutan barang yang tetap bisa beroperasi meliputi pengangkut BBM/BBG, air minum dalam kemasan (AMDK), barang ekspor/impor, hantaran uang, bantuan bencana, hewan dan pakan ternak, pupuk, serta bahan pokok.

Nelly menegaskan, Disdag bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus menjaga pasokan dan harga barang di pasar. Jika terjadi kenaikan harga menjelang Lebaran dan Nyepi, kemungkinan besar terjadi pada daging sapi karena lonjakan permintaan. "Ini terus kami antisipasi," tandasnya.

Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri memastikan pemantauan harga terus dilakukan untuk mencegah lonjakan.

"Kami bersama Gubernur akan turun ke pasar memastikan harga terkendali. Operasi pasar juga terus digelar guna menjaga stabilitas harga," jelasnya. (yun/r7) 

Editor : Prihadi Zoldic
#logistik #stok #angkutan #lebaran #Nyepi #kemasan #bapok