LombokPost – Wilayah Provinsi NTB sedang memasuki masa peralihan musim.
Dari periode musim hujan ke kemarau.
Meski demikian, wilayah NTB pada umumnya masih memiliki potensi hujan yang cukup signifikan dalam 10 hari ke depan.
Peralihan musim juga ditandai dengan perubahan cuaca yang drastis dan tidak terduga.
"Pada periode peralihan musim seperti saat ini, masyarakat perlu waspada potensi hujan disertai angin kencang yang bisa terjadi secara tiba-tiba," kata Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I NTB Nuga Putrantijo, Senin (31/3).
Disampaikan, berdarkan kondisi dinamika atmosfer terkini, peluang hujan terjadi pada dasarian I April.
Yaitu tanggal 1-10 April. Kondisi itu hampir terjadi di semua wilayah NTB. Tapi Nuga Putrantijo mengingatkan beberapa wilayah yang memiliki potensi curah hujan tinggi dengan level waspada dalam 10 hari ke depan.
Itu terjadi di Kabupaten Bima, Dompu, Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Lombok Utara.
"Kami imbau masyarakat tetap perhatikan informasi BMKG untuk mengantisipasi dampak bencana," papar Nuga.
Ditegaskan lagi, karakteristik utama periode peralihan adalah perubahan cuaca secara tiba-tiba.
Pada pagi hingga siang cuaca bisa saja panas.
Namun pada sore atau malam hari berubah menjadi hujan lebat disertai angin kencang hingga petir.
Nah, periode peralihan menuju kemarau diperkirakan berlangsung sebulan ke depan.
Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (Stamet ZAM) mengingatkan potensi cuaca ekstrem antara lain karena aktifnya gelombang atmosfer Equatorial Rossby dan Madden Julian Ocilation (MJO).
Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terpantau beberapa gangguan atmosfer yang menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem di wilayah NTB.
"Seperti hujan intensitas sedang sampai lebat disertai kilat, petir dan angin kencang," jelas Kepala BMKG Stamet ZAM Lombok Satria Topan Primadi.
Disampaikan, kelembapan udara yang cenderung basah dan labilitas atmosfer mendukung pertumbuhan awan-awan hujan secara signifikan.
Kondisi itu berpotensi terjadi sampai awal April.
Dengan aktifnya gelombang atmosfer dan kondisi kelembapan udara yang cukup basah, mengakibatkan potensi hujan masih berpeluang terjadi selama beberapa hari ke depan.
Oleh karena itu BMKG Stasiun Meteorologi ZAM Lombok mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang bisa ditimbulkan.
Seperti banjir rob serta turbulensi angin puting beliung yang bisa menimbulkan pohon tumbang dan kerusakan bangunan.
"Kami imbau masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di daerah rawan bencana untuk terus siaga dan waspada. Terutama saat hujan lebat," tandas Topan. (mar)
Editor : Kimda Farida