LombokPost-Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal membuka peluang investasi bagi para investor luar negeri di NTB.
Mulai dari bidang pertanian, peternakan hingga pertambangan.
Itu disampaikan gubernur saat menerima kunjungan Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab (UEA) Husin Bagis, di Pendopo Gubernur pada Kamis (3/4).
"Di sektor pertambangan potensi investasi masih terbuka luas," kata Miq Iqbal, sapaan karibnya.
Disampaikan, tambang emas baru di Batu Biru, Kabupaten Dompu, masih membutuhkan investasi untuk mempercepat proses eksploitasi sumber daya yang telah dieksplorasi selama satu dekade terakhir.
Tambang emas itu dikelola PT Sumbawa Timur Mining (STM).
PT STM merupakan perusahaan patungan antara Eastern Star Resources Pty Ltd yang memiliki saham 80 persen. Serta PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam yang mengelola 20 persen.
Iqbal berharap investor UEA bisa masuk di sektor tambang emas itu. "Kalau pihak Dubai dan Abu Dhabi mau masuk, kami sangat siap. Karena tinggal menunggu proses eksploitasinya saja," jelas Miq Iqbal.
Peluang investasi juga bisa dilakukan dengan keberadaan smelter di Kabupaten Sumbawa Barat.
Dikatakan produk smelter, seperti tembaga dan asam sulfat, dapat dimanfaatkan untuk hilirisasi industri, termasuk dalam produksi kabel dan pupuk.
"Fasilitas smelter ini sudah berjalan dengan baik terlebih dengan adanya pembangunan power plan untuk memenuhi kebutuhan energi," papar Miq Iqbal.
Dia menekankan pentingnya pengelolaan ekosistem yang terintegrasi agar investasi berjalan dengan baik.
Bahkan untuk menciptakan rasa nyaman bagi para investor, pemprov berencana membentuk perusahaan daerah yang khusus mengurus investasi strategis yang masuk ke NTB.
Nah, di setiap investor yang masuk, Miq Iqbal ingin pemprov memiliki saham di sektor itu. Meskipun saham minoritas.
Tujuannya semata-mata untuk memberikan jaminan (assurance) kepada investor yang menanamkan modalnya di berbagai sektor di NTB.
"Jadi masalah sosial maupun perizinan kami yang urus. Investor ini tinggal berbisnis dengan aman," tegas mantan Dubes Indonesia untuk Turki itu.
Sementara itu, dalam pertemuan Dubes Husin Bagis menyampaikan bahwa pihaknya telah bertemu dengan calon investor yang tertarik mengembangkan Balai Latihan Kerja (BLK) di NTB.
Dia juga menyampaikan tingginya permintaan tenaga kesehatan di UEA. Khususnya tenaga perawat yang berpengalaman untuk ditempatkan di sejumlah fasilitas kesehatan di sana.
"Ini bisa jadi peluang bagi NTB untuk menyiapkan tenaga perawat yang memiliki pengalaman kerja. Sambil menunggu penempatan kerja, mereka bisa menambah pengalaman kerjanya di rumah sakit di sini," kata Husin Bagis. (mar)
Editor : Rury Anjas Andita