Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Viral Jenazah Bayi Dibawa Pulang Pakai Taksi Online, Gubernur Panggil Dirut RSUD NTB dan Minta Baznas Siapkan Ambulans

nur cahaya • Rabu, 9 April 2025 | 10:25 WIB

 

dr Lalu Herman Mahaputra
dr Lalu Herman Mahaputra
 

LombokPost-Kasus pemulangan jenazah bayi menggunakan taksi online dari RSUP NTB ke Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus menuai sorotan. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memberikan atensi serius terhadap peristiwa ini. Usai apel hari pertama kerja dan halal bihalal, Gubernur memanggil Direktur RSUP NTB dr Lalu Herman Mahaputra ke ruang kerjanya, Selasa (8/4).

"Arahan gubernur jelas. Untuk masalah ambulans akan disiapkan Baznas," kata dr Jack, sapaan akrab dr Lalu Herman Mahaputra, usai pertemuan.

Menurut dr Jack, Gubernur Iqbal memerintahkan Baznas NTB menyiapkan ambulans khusus untuk pengangkutan jenazah ke Pulau Sumbawa. Namun, belum dipastikan jumlah unit maupun waktu operasionalnya. RSUP NTB tidak dibebani pengadaan kendaraan, seluruhnya menjadi tanggung jawab Baznas.

"Jumlah unit tergantung Baznas nanti. Sedangkan untuk operasional dibebankan kepada masing-masing kabupaten/kota," paparnya.

Terkait penggunaan ambulans RSUP untuk pemulangan jenazah, dr Jack menjelaskan bahwa layanan tersebut tidak ditanggung BPJS. Karena itu, keluarga pasien dikenakan biaya, tergantung jarak dari RSUP ke domisili pasien.

Photo
Photo

Mengenai kasus Yuliana, 20 tahun, yang memulangkan jenazah bayinya dengan taksi online, dr Jack menyebut telah terjadi miskomunikasi. Saat itu, pihak RSUP sebenarnya sudah menyiapkan ambulans untuk pemulangan jenazah. Namun, pihak keluarga memilih membawa pulang sendiri.

"Saya tidak pernah mempersulit. Terkait biaya uang Rp 2,6 juta, dia (keluarga pasien, Red) kan bertanya. Kalau bertanya kan pasti ada jawaban," kilahnya.

Saat ambulans disiapkan, keluarga justru menggunakan jasa transportasi daring dengan biaya Rp 407 ribu, jauh lebih murah dari tarif ambulans. "Saat dibawa jenazah (bayi, Red) tidak kelihatan karena kecil. Kalau jenazah orang dewasa kan pasti ketahuan. Dan pasti kita cegah," ujar mantan Dirut RSUD Kota Mataram itu.

Kini, kasus pemulangan jenazah bayi Yuliana ke KSB menjadi viral. Warganet menyayangkan kejadian tersebut. Banyak yang merasa prihatin, terutama karena keluarga dalam kondisi berduka justru terbebani biaya hingga Rp 2,6 juta.

"Mungkin ini jadi introspeksi saya dan jajaran untuk bisa lebih baik ke depan. Saya tidak membela diri. Biarlah masyarakat yang menilai," ucap dr Jack. (mar/r7)

Editor : Jelo Sangaji
#Kasus #taksi online #Gubernur #Baznas #rsup #jenazah #NTB #RSUD