Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

CJH Asal Loteng dan Lotim Mulai Ikuti Manasik Haji, Persiapan Keberangkatan ke Tanah Suci

nur cahaya • Kamis, 10 April 2025 | 21:55 WIB

 

KHIDMAT: Sebanyak 840 calon jamaah haji asal Loteng mengikuti kegiatan manasik haji tingkat kabupaten di Masjid Agung Praya, Loteng, Rabu (9/4).
KHIDMAT: Sebanyak 840 calon jamaah haji asal Loteng mengikuti kegiatan manasik haji tingkat kabupaten di Masjid Agung Praya, Loteng, Rabu (9/4).
 

LombokPost-Sebanyak 840 calon jamaah haji (CJH) asal Lombok Tengah (Loteng) mengikuti kegiatan manasik haji tingkat kabupaten. Kegiatan digelar Kementerian Agama (Kemenag) Loteng di Masjid Agung Praya, Rabu (9/4).

Tiga di antaranya adalah Bupati Loteng HL Pathul Bahri, Ketua DPRD Loteng Lalu Ramdan dan Wakil Ketua DPRD NTB Lalu Wirajaya sebagai Petugas Haji Daerah (PHD) 2025. “Persiapan (sebagai petugas haji, Red) pertama mengikuti pelaksanaan pelatihan manasik haji yang digelar Kemenag NTB selama sembilan hari. Jadwalnya penuh hingga malam hari,” ungkap Bupati Loteng HL Pathul Bahri usai membuka kegiatan manasik haji.

Dirinya bersama petugas haji lainnya telah mengikuti dengan seksama jadwal pelatihan tersebut. Pelatih yang dihadirkan Kemenag NTB disebutnya orang-orang profesional. “Sehingga kami petugas haji ini bisa memberikan pelayanan terbaik kepada para jamaah se-NTB, khususnya Loteng,” tambah dia.

Melalui kegiatan manasik haji ini, bupati berharap, sebagai latihan atau simulasi pelaksanaan ibadah haji yang dilakukan sebelum berangkat ke tanah suci. Bertujuan untuk memberikan pemahaman dan persiapan kepada CJH tentang tata cara dan rangkaian ibadah haji yang sesuai syariat Islam. “Sehingga diharapkan bisa menjadi haji yang mabrur, serta menjadi orang yang soleh dan solehah. Saat dipanggil ditempatkan pada tempat-tempat yang sebaik-baiknya,” papar Pathul.

Pada keberangkatan tahun ini ia berharap para jamaah mengedepankan rasa keikhlasan selama mengikuti proses ibadah haji. “Dalam prosesnya ada saja yang tidak sesuai. Kami mohon keikhlasan jamaah haji, tunjukkan rasa keikhlasan,” cetusnya.

Photo
Photo

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag NTB Zamroni Aziz menambahkan, jumlah kuota haji di NTB 4.499 orang. Informasi sementara, kloter pertama akan berkumpul pada 1 Mei nanti di Asrama Haji. “Berapa banyak kloternya, sementara masih ada 12 kloter. Semoga ada tambahan supaya bisa 13 kloter seperti tahun lalu. Biasanya ada penambahan itu di akhir,” kata dia.

Satu kloter diisi hampi 400 CJH. Setiap kloter ada pembimbing ibadah haji, terdiri satu ketua kloter dan satu dokter. “Maksimal hari ini satu kloter dua orang PHD. PHD sudah laksanakan pelatihan dan tidak ada absen,” tutup Zamroni.

Terpisah, di Lombok Timur (Lotim) CJH JUGA mulai mengikuti manasik haji di Masjid Al Mujahidin Selong. Dari 722 CJH yang akan berangkat tahun ini, 642 telah melakukan pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). “Yang belum melakukan pelunasan sekitar 80 orang. Tetapi  semua jamaah haji yang akan berangkat tahun ini mengikuti manasik, Meski pun ada yang belum melakukan pelunasan. Karena mereka yakin bisa melunasi,” terang Kepala Kemenag Lotim H Sulhi, dikonfirmasi seusai manasik haji, Rabu (9/4).

Dijelaskan, 80 orang yang belum melakukan pelunasan ini, masih terkendala surat keterangan istito’ah yang belum dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim. Sehingga mereka belum bisa melakukan pelunasan. Hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya CJH Lotim yang sakit hingga tidak bisa melakukan pelunasan atau pemberangkatan.

“Manasik haji akan dilakukan selama 10 kali. Dua kali di tingkat kabupaten dan delapan kali dilakukan di tingkat kecamatan,” imbuhnya.

Pelaksanaan manasik haji diharapkan dapat memberikan bekal kepada semua CJH untuk melaksanakan di tanah suci.

Pada tahun 2024 lalu, Lotim mendapat kouta terbanyak di NTB, dengan jumlah 1.200 orang. Namun tahun ini Lotim hanya mendapatkan 722 orang. Jumlah ini bukan disebabkan karena kouta dari pemerintah. Melainkan  karena jamaah yang menyetor pada tahun 2012 lalu sangat sedikit. “Jadi bukan karena kouta yang diberikan oleh pemerintah, tapi memang karena pada tahun 2012 lalu, jamaah kita yang menyetor sedikit. Jadi kita tidak bisa salahkan pusat,” katanya.

Disebutkan pemberangkatan jamaah haji dari kabupaten menuju asrama haji tahun ini mendapatkan fasilitas tambahan dari Pemkab Lotim, berupa transportasi, snack, dan makan. Tahun sebelumnya Pemkab Lotim hanya memfasilitasi transportasi, tidak dengan makanan.

Secara regulasi, pemberangkatan dari kabupaten ke embarkasi atau asrama haji ditanggung oleh jamaah sendiri. Baru setelah di dalam asrama haji menjadi tanggung jawab pemerintah. Namun tahun ini transportasi ditanggung oleh Pemkab Lotim.

Bupati Lotim H Haerul Warisin mengatakan Pemkab Lotim akan menyiapkan transportasi untuk pemberangkatan dari kabupaten menuju asrama haji. Hal ini sebagai bentuk kepedulian daerah kepada jamaah yang akan berangkat ke tanah suci. “Nanti kita siapkan bus. Kalau pun ada yang berangkat secara mandiri itu persoalan lain. Pemerintah sebelumnya juga memang sudah memberikan fasilitas. Tapi tahun ini lebih kita tingkatkan lagi. Kita siapkan makanan ringan dan makanan berat untuk menjaga kesehatan mereka. Siapa tahu ada yang belum sarapan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia meminta semua jamaah fokus dan semangat mengikuti manasik haji sebagai bekal melaksanakan ibadah. “Silakan ikuti manasik haji ini dengan seksama, dengan semangat dan serius. Jangan ada yang menyepelekannya apalagi meremehkan,” pungkasnya. (ewi/par/r6)

Editor : Prihadi Zoldic
#tanah suci #Haji #Loteng #MANASIK #Kemenag #Lotim #jamaah