Dinas Kesehatan NTB Optimalkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

nur cahaya • Dipublikasikan Minggu, 20 April 2025 | 00:35 WIB

 

dr Lalu Hamzi Fikri
dr Lalu Hamzi Fikri
 

LombokPost-Pemprov NTB terus berkomitmen agar pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) berjalan optimal dan memastikan seluruh masyarakat mendapatkan pemeriksaan yang sesuai.

“Kami juga terus menggencarkan informasi mengenai PKG kepada masyarakat melalui berbagai media, termasuk media sosial dan sosialisasi kepada kabupaten/kota,” terang Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB H Lalu Hamzi Fikri.

Di NTB, program PKG pada hari ulang tahun telah berjalan sejak 10 Februari. Berdasarkan data Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK), jumlah pendaftar PKG di NTB mencapai 13.861 orang, dengan jumlah kehadiran sebanyak 10.727 orang atau 77,39 persen. “Ini menunjukkan angka yang signifikan,” ujarnya.

Sebagai salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win, kebijakan ini dianggap tepat diberikan kepada masyarakat. Selain meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di Bumi Gora, program ini juga mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah.

Pemeriksaan yang dilakukan mencakup banyak hal, seperti pemeriksaan kesehatan bayi baru lahir, deteksi penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, kanker, hingga pemeriksaan kesehatan indera seperti mata, telinga, dan gigi.

Photo
Photo

“Selain itu, masyarakat juga akan diberi penjelasan tentang hasil pemeriksaan dan langkah-langkah yang perlu dilakukan jika ditemukan masalah kesehatan,” kata dia.

Fikri menegaskan, PKG menyasar bayi baru lahir usia 2-3 hari, balita dan anak usia prasekolah (1-6 tahun), dewasa usia 18-59 tahun, serta lansia usia 60 tahun ke atas.

Untuk NTB, mayoritas peserta PKG berusia 30-39 tahun. Dari 10 kabupaten/kota, enam wilayah memiliki persentase kehadiran di atas 70 persen, yaitu Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Kabupaten Bima, Sumbawa Barat, dan Lombok Utara. “Untuk sisanya, kami akan terus giatkan sosialisasi,” tandasnya.

Ketua Forum Peduli NTB Sehat dr Hj Nurhandini Eka Dewi mengatakan, PKG sangat membantu masyarakat untuk lebih awal mengetahui kondisi kesehatan mereka. “Program ini sangat membantu seseorang dalam mencegah penyakit, dan jarang sekali pemerintah berani mengambil kebijakan seperti ini,” terangnya.

Sebelumnya, pernah ada program seperti Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), namun menurutnya, PKG lebih tepat karena fokus pada pemeriksaan kesehatan langsung.

“Kebiasaan masyarakat kita kan kalau tidak sakit tidak berobat. Dengan program ini, kami mulai mengubah mindset masyarakat untuk datang ke rumah sakit atau sarana kesehatan guna memeriksa kesehatan mereka,” ujarnya. (yun/r7)

Editor : Jelo J
Sumber : Lombok Post
pemeriksaan penyakit Kesehatan gratis germas NTB program