Lombok Post - Keberangatan Jamaah Calon Haji (JCH) kloter pertama asal Lombok Barat, ke Tanah Suci pada Jumat dini hari (2/5), pukul 01.50 Wita, ternyata tidak dibarengi dua Tenaga Kesehatan Haji (TKH) Kloter.
Hal ini karena visa keduanya belum diterbitkan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
“Di Kloter 1 tidak disertai dengan dua nakes (tenaga kesehatan, Red),” terang Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag NTB H Lalu Muhammad Amin, saat temu media di UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok, Jumat (2/5).
Terhadap kondisi ini, pihaknya meminta bantuan melalui awak pesawat, ketua tim kloter, ketua regu, bahkan JCH yang berprofesi sebagai nakes di dalam rombongan Kloter 1 Lombok Barat, untuk memantau dan memonitor kondisi jamaah.
“Ada dari jamaah yang turut serta di dalam kloter itu yang berprofesi tim kesehatan, kita sudah meminta bantuannya untuk menangani jika ada hal-hal berkaitan penyakit yang di derita jamaah calon haji kita,” terang Amin.
Saat ini, rombongan Kloter 1 Lombok Barat sudah berada di Madinah, Arab Saudi. Dirinya menjelaskan tim yang bertugas, telah melaporkan bahwa seluruh jamaah dalam kondisi sehat.
“Ketika turun dari pesawat, kami langsung meminta informasi dari ketua tim kloter, dan semuanya dalam keadaan sehat walafiat,” jelasnya.
Meski tidak ada nakes yang menyertai rombongan, Amin mengatakan tim kesehatan bandara akan memperhatikan kondisi kesehatan jamaah. Apabila ada kejadian, jamaah harus dirujuk ke rumah sakit, Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) sudah standby.
“Jadi situ sudah aman, jadi hanya persoalan dalam penerbangan saja, memang tidak disertai dua nakes, karena persoalan visa, nanti keduanya akan bergabung juga dengan rombongan,” kata Amin.
Kepala Dikes NTB dr HL Hamzi Fikri mengatakan sampai saat ini, visa bagi TKH di NTB belum terbit. “Ini masalah Nasional, kami masih menunggu, semoga segera diterbikan visa ini,” harapnya. (yun)
Editor : Redaksi Lombok Post