Lombok Post - Transportasi menjadi aspek penting bagi wisatawan dalam menjangkau destinasi wisata di NTB.
Namun, sejumlah pihak menilai harga transportasi menuju kawasan wisata di daerah ini masih tergolong mahal.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB Ahmad Nur Aulia mengatakan, persoalan tersebut telah menjadi perhatian Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dalam forum kolaborasi Quality Tourism yang digelar Pemprov NTB bersama pelaku industri pariwisata pekan lalu.
Baca Juga: Pengamat Anggap Mutasi Perdana Pemprov NTB Belum Sepenuhnya Meritokrasi
“Pak Gubernur memiliki visi misi dalam sektor pariwisata NTB, bagaimana mewujudkan destinasi yang berkelas dunia, inklusif dan berkelanjutan,” jelasnya saat ditemui, Jumat (2/5).
Dalam forum itu, banyak masukan, saran, tantangan, dan persoalan yang disampaikan langsung kepada Gubernur Iqbal.
Di antaranya soal tingginya harga tiket pesawat ke NTB, minimnya penerbangan langsung dari luar negeri, hingga masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan destinasi wisata.
Pelaku industri pariwisata juga menyoroti rendahnya tingkat okupansi hotel akibat efisiensi anggaran pusat.
Selain itu, mereka menilai perlunya peningkatan infrastruktur, aksesibilitas, dan penurunan harga transportasi menuju kawasan wisata.
Baca Juga: Gubernur Iqbal Serius Garap Sampah Jadi Energi Listrik
“Sesuai arahan Pak Gubernur, bahwa pemerintah di sini tukang jahit yang baik. Jadi, apa yang menjadi masukan saat itu tentunya menjadi perhatian kami di Dispar,” jelas Nur Aulia.
Dispar NTB berencana menyusun strategi dan peta jalan pariwisata Bumi Gora agar persoalan-persoalan yang disampaikan bisa diurai satu per satu. “Ini sudah menjadi tugas kami,” tambahnya.
Ia menegaskan, untuk membahas hal ini, Dispar NTB tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor. Misalnya, untuk persoalan transportasi, harus melibatkan Dinas Perhubungan, Organisasi Angkutan Darat (Organda), dan pihak terkait lainnya.
Nur Aulia menambahkan, perlu dipahami bahwa solusi terbaik tidak bisa didapat secara instan.
“Tentu ada solusi jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Kita akan coba diskusikan, bedah satu per satu, kita cari solusinya,” kata dia.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, forum yang digelar bukan untuk memberikan solusi instan, melainkan untuk menyerap seluruh ide dan masukan sebagai dasar penyusunan roadmap serta masterplan sektor pariwisata NTB secara lebih konkret.
“Forum itu tidak didesain untuk langsung menjawab semua persoalan. Tapi dari sinilah kami akan menyusun peta jalan dan rencana besar yang nantinya dikonsultasikan kembali dengan para pelaku industri,” jelasnya.
Menurut Iqbal, NTB memiliki semua potensi yang dibutuhkan untuk menjadi destinasi unggulan. Namun, selama ini belum ada yang benar-benar menjahit potensi-potensi tersebut menjadi kekuatan terpadu.
Baca Juga: TPA Regional Kebon Kongok Ditutup Enam Bulan, Dewan: Mana Solusi Konkret dari Pemprov NTB?
“Kita punya semuanya, tidak ada yang kita tidak punya. Tapi masalahnya, tidak ada yang bisa dan mau menjahit potensi-potensi itu. Kata kuncinya adalah kolaborasi. Kebangkitan ini bukan milik satu orang. Kita semua harus bangkit bersama,” tegas Gubernur. (yun/r7)
Editor : Rury Anjas Andita