Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

TPA Bakal Pindah ke Sekotong Sebagai Lokasi Alternatif TPA

nur cahaya • Senin, 5 Mei 2025 | 15:18 WIB

CARI SOLUSI: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat meninjau kondisi TPAR Kebon Kongok, Juat lalu (2/5).
CARI SOLUSI: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat meninjau kondisi TPAR Kebon Kongok, Juat lalu (2/5).
 

LombokPost - Keterbatasan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir Regional (TPAR) Kebon Kongok mendorong Pemprov NTB mencari solusi jangka panjang penanganan sampah. Saat ini, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB sedang menyiapkan lokasi alternatif TPA.

Lahan pengganti disiapkan di Dusun Lemer, Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, seluas 147 hektare. Lahan tersebut berada dalam kawasan hutan produksi. "Kita dalam proses mengajukan izin ke kementerian untuk pemanfaatan area hutan," kata Kabid di DLHK NTB Mursal.

Ia menyebut, sejak 2019, area tersebut sudah dimanfaatkan untuk pembuangan limbah medis dan dilengkapi incinerator. Sampah medis dari sejumlah rumah sakit langsung dibakar di lokasi itu. “Agar bisa difungsikan sebagai TPA, perlu kajian dan perizinan ke kementerian,” ujarnya.

Meski begitu, belum bisa dipastikan kapan lahan tersebut bisa digunakan sepenuhnya sebagai TPA. Jika terealisasi, kawasan itu bisa menjadi solusi jangka panjang, mengingat luasnya jauh melebihi TPAR Kebon Kongok yang hanya 5,3 hektare.

Saat ini, TPAR Kebon Kongok menampung sampah dari Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat, dengan volume 300 hingga 350 ton per hari. Kapasitasnya pun semakin terbatas.

Kepala DLH Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi menanggapi rencana pemindahan TPA itu. Ia menilai, jika operasional TPA dipindah ke Sekotong, akan berdampak serius pada anggaran BBM. Jarak tempuh dari Kota Mataram ke Sekotong mencapai 56,7 kilometer, sedangkan ke Kebon Kongok hanya 10,2 kilometer.

Photo
Photo

“Tentu ini akan berdampak serius ke anggaran BBM jika TPA dipindah ke Sekotong,” ujar Nizar Denny.

Sementara itu, Pemprov NTB tetap berupaya memperpanjang masa pakai TPAR Kebon Kongok. Lahan seluas 24 are telah disiapkan untuk menampung sampah dari Kota Mataram.

Sebagai solusi jangka menengah, Pemprov akan mengoptimalkan area TPA dengan menyelesaikan pembangunan landfill seluas 20 are serta memperluas area pembuangan melalui metode cut and fill terhadap bukit di sekitar lokasi.

"Saat ini sedang dicari pola paling efisien untuk meratakan bukit sehingga bisa digunakan sebagai landfill," kata Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.

Selain itu, pemanfaatan sampah menjadi energi juga menjadi prioritas. Pemprov mendorong pembangunan pembangkit listrik tenaga biomassa di sekitar TPAR Kebon Kongok. "Ini akan kita lakukan dalam waktu setahun dua tahun ini," ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan menggelar beauty contest untuk menjaring perusahaan yang memenuhi syarat membangun pembangkit berbasis sampah (waste to energy). “Kami menyiapkan anggaran untuk pembebasan lahan seluas dua hektare di sekitar TPA sebagai lokasi pembangkit,” imbuhnya. (mar/r7)

Editor : Pujo Nugroho
#sampah #TPA #iqbal #kebon kongok #Sekotong