LombokPost - Pemerintah Provinsi melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, telah membayar kompensasi kepada seorang warga yang tinggal di sekitar TPA Regional Kebon Kongok.
Pemprov membayar kewajiban itu, lantaran air lindi yang merupakan limbah cair dari tumpukan sampah TPAR Kebon Kongok mencemari lahan pertanian tebu warga tersebut, seluas 11 are.
“Ada tanah warga 11 are yang ditanami tebu yang terkena air lindi, dan sudah kami berikan kompensasi yang dihitung sekian rupiah,” terang Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan Dinas LHK NTB Samsudin saat ditemui Senin (5/5).
Ia mengungkapkan, letak lahan pertanian warga tersebut dekat dengan TPAR Kebon Kongok, tepatnya di sebelah barat. Pihaknya menerima laporan bahwa air lindi yang merembes ke lahan pertanian milik warga terjadi akibat hujan deras.
Diakuinya, setiap musim hujan, kapasitas bak penampungan air lindi bertambah secara otomatis. Belum lagi, bak penampungan air lindi yang ada sampai saat ini masih mengalami kebocoran, akibat terdampak gempa bumi 2018 lalu.
“Penampungan tempat air lindi itu waktu gempa tahun 2018 belum ditangani sehingga mengalami kebocoran,” ujarnya.
Agar tidak terulang kejadian serupa, dan mencegah pencemaran lingkungan lebih meluas, Dinas LHK NTB melakukan langkah dan upaya dengan memompa air lindi menggunakan dua alat pompa, kemudian dialihkan ke bak penampung air lindi untuk landfill yang baru.
Pihaknya sangat memahami, air lindi yang mencemari lingkungan berbahaya, bisa mencemari air tanah dan permukaan, hingga penurunan kualitas air. Selain itu, air lindi juga bisa menyebabkan masalah kesehatan pada manusia dan hewan, serta merusak kualitas tanah.
“Itulah mengapa kita selesaikan sekarang, agar air lindinya tidak meluber lagi, karena kita pakai dua pompa kemarin itu, kita tampung di tempat yang baru, ini yang kita manfaatkan,” tandas Samsuddin.
Kepala UPT TPAR Kebon Kongok Radyus Ramli menambahkan pihaknya terus memantau kapasitas air lindi di bak penampungan. “Ini sebagai langkah pencegahan kami, kalau terjadi apa-apa, segera diketahui,” kata dia. (yun/r7)
Editor : Marthadi