Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kasus Darurat Sampah Semakin Serius, Gubernur NTB Beri Solusi Jangka Panjang dengan Lakukan Langkah Konkret Ini: Sebisa Mungkin…

Fratama P. • Selasa, 6 Mei 2025 | 16:52 WIB
Gubernur NTB berikan solusi untuk masalah darurat sampah yang overload di TPA Kebon Kongok
Gubernur NTB berikan solusi untuk masalah darurat sampah yang overload di TPA Kebon Kongok

LombokPost - Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menyoroti kasus sampah yang membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah.

Gubernur NTB juga diminta memberikan solusi penyelesaian mengingat kondisi sampah yang semakin serius.

Melihat masalah ini, Gubernur NTB beserta Pemkab Lombok Barat mengambil langkah cepat dalam mengatasi masalah sampah ini.

Saat ini, TPA Kebon Kongok terpantau sudah melebihi kapasitas sehingga membuat warga sekitar terganggu dan menolak penambahan kapasitas sampah.

Melihat masalah ini, Pemprov NTB, Pemkot Mataram dan Pemkab Lombok Barat mengadakan rapat koordinasi untuk membahas penanganan masalah sampah.

Dalam rapat, hal yang dibahas mengenai solusi jangka pendek dan jangka panjang untuk masalah sampah.

Apalagi, adanya permasalahan ini tentunya berdampak langsung terhadap aktivitas dan kenyamanan masyarakat.

“Ini yang jangka pendek itu, sehingga tidak terjadi backlog seperti yang terjadi sekarang, terutama dampaknya kegiatan di Kota Mataram,” kata Gubernur NTB yang akrab disapa Miq Iqbal.

Solusi jangka pendek yang dipilih adalah membentuk tempat pembuangan sementara untuk menampung sampah selama beberapa bulan ke depan.

Untuk menentukan lokasi baru, pemerintah harus melakukan negosiasi dan koordinasi dengan masyarakat agar tidak terjadi penolakan secara mendadak.

Gubernur NTB juga menyampaikan jika saat ini koordinasi dengan masyarakat sudah berjalan dengan hasil yang diharapkan.

“Ini kita masih memastikan konsultasi dengan masyarakat. Yang jelas, masyarakat setempat tidak keberatan,"

"Masyarakatnya tidak keberatan, dan dari segi regulasi juga sudah memungkinkan. Jadi semuanya sudah kondusif, tinggal memutuskan untuk mulai menempatkan di sana,” lanjut Miq Iqbal.

Lebih lanjut Miq Iqbal menjelaskan jika lokasi untuk merealisasikan solusi jangka pendek tetap di Kebon Kongok namun dengan mengoptimalkan lahan yang tersedia.

“Bukan perluasan, optimalisasi dari yang dilakukan. Jadi ini (optimalisasi) masih di Kebon Kongok juga, sebagai tempat yang kita siapkan landfill-nya, dan dilakukan pembuangan di sana. Itu solusi jangka pendek,” ujarnya.

Untuk solusi jangka panjang yang ditawarkan, Gubernur NTB akan membuat sampah menjadi energi terbarukan.

Sistem pengelolaan sampah akan dilakukan di hulu agar mampu membantu mengurangi volume sampah yang ada di TPA Kebon Kongok.

“Jadi sebisa mungkin tidak ada sampah yang ke TPA, sedikit mungkin sampah yang ke TPA diolah di situ. Nah kita sedang mempersiapkan di hilir, dengan mempersiapkan waste to energy dari mengubah sampah yang sudah ada di Kebon Kongok ini menjadi energi,” ujar Miq Iqbal.

Untuk merealisasikan solusi konkret dari Gubernur NTB, Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini akan mencoba olah 20 ton sampah untuk uji coba pertamanya.

Pemkab Lombok Barat juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan, uji kandungan air sumur terhadap bakteri E-coli, hingga perbaikan akses jalan menuju lokasi sesuai arahan Gubernur NTB.***

Editor : Fratama P.
#sampah #TPA Kebon Kongok #Gubernur NTB