Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kloter Tujuh Siap Berangkat, Lombok Timur 343 JCH dan Lombok Tengah 50 JCH

nur cahaya • Jumat, 9 Mei 2025 | 14:13 WIB

 

SIAP BERANGKAT: Jamaah haji asal Lombok Timur (Lotim) yang akan berangkat pada kloter tujuh saat di Masjid raya Al Mujahidin Selong, Kamis (8/5).
SIAP BERANGKAT: Jamaah haji asal Lombok Timur (Lotim) yang akan berangkat pada kloter tujuh saat di Masjid raya Al Mujahidin Selong, Kamis (8/5).

LombokPost - Sebanyak 343 jamah calon haji (JCH) dan petugas haji asal Lombok Timur (Lotim) kelompok terbang (Kloter) tujuh pemberangkatan kedua diberangkatkan.

Jamaah haji dilepas langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Lombok Timur HM Edwin Hadiwijaya, di Masjid raya Al Mujahidin Selong, Kamis (8/5).

Pelepasan juga dilakukan untuk kloter yang ada di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sebanyak 50 jamaah calon haji.

“Jumlah jamah haji kita yang berangkat pada kloter tujuh ini, sebanyak 343 orang. Tujuh orang merupakan petugas haji,” terang Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Timur H Shulhi, Kamis (8/5).

Dia menegaskan, tidak ada JCH Lotim yang akan tertunda pemberangkatannya atau dipulangkan dari asrama haji.

Bahkan, yang akan berangkat pada Kloter 11 pemberangkatan ketiga sebanyak 22 orang sudah terbit visanya.

Dari total 743 jamah haji Lotim yang berangkat tahun ini, satu orang yang belum keluar visanya, karena terkendala paspor.

“Tapai siang ini yang bersangkutan akan sidang, mudah-mudahan bisa selesai sehingga visanya bisa segera keluar. Masalahnya, terjadi perbedaan nama di paspor dan nomor porsi,” ungkapnya.

Satu orang yang belum keluar visanya ini seharusnya berangkat pada kloter tujuh, namun karena terkendala visa diundur ke kloter 11 pemberangkatan ketiga Lombok Timur pada (14/5) mendatang.

Terpisah, satu CH Lombok Timur, asal Kecamatan Sakra Timur yang berangkat pada kloter empat meninggal dunia di RSUP NTB.

Dari keterangan keluarga tidak ada riwayat penyakit sebelumnya. Tapi dua Minggu sebelum berangkat kerap mengeluh sakit perut.

“Bahkan pada saat istito’ah tidak terdeteksi penyakitnya. Untuk jamaah yang meninggal ini tidak ada penggantian karena waktunya sangat mepet. Dan sudah masuk di daftar penerbangan. Tapi nanti akan mendapatkan tali asih,” pungkasnya.

Wakil Bupati Lombok Timur HM Edwin Hadiwijaya menyampaikan terima kepada Kemenag Lotim karena telah melayani semua JCH dengan baik.

“Kita di Lotim tidak ada yang sampai tertunda. Terima kasih Kemenag Lombok Timur,” ujarnya.

Dirinya berharap kepada petugas haji untuk bisa lebih sabar menghadapi para JCH. Dirinya juga berharap agar para jCH dapat menjaga kesehatan.

“Ikuti arahan dan nasihat dari semua petugas haji,” pungkasnya.

Terpisah, dari Lombok Tengah (Loteng) Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah telah melepas 818 JCH dari tiga kelompok terbang (kloter). Jumlah ini terbagi di kloter dua, enam, dan tujuh.

Photo
Photo

“Terakhir ini kloter tujuh sebanyak 50 JCH, di kloter ini ada satu jamaah lanjut usia,” ucap Kepala Kemenag Lombok Tengah H Nasrulloh, di halaman Masjid Agung Praya, Kamis (8/5).

Ia berharap, kloter tujuh campuran dengan JCH asal Lombok Timur ini bisa seluruhnya berangkat ke Tanah Suci pada Jumat (9/5) pukul 13.50 Wita.

Sebab setelah dilepas, ratusan jamaah akan masuk ke Asrama Haji Embarkasi Lombok.

Di sana jamaah akan kembali diperiksa kesehatannya.

“Kan bisa jadi sesampai di Asrama Haji ada yang kembali karena sakit. Sekali pun secara administrasi telah lengkap,” terangnya.

Menyinggung pemberangkatan Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri, ia menegaskan sudah berangkat bersama istri ke Tanah Suci.

Bupati berangkat bersama 392 JCH beserta petugas haji pada hari Kamis (8/5) pukul 06.09 Wita.

Menggunakan maskapai Garuda Indonesia B777-300 R dengan nomor penerbangan GA5106 di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM).

Diketahui, seorang JCH asal kloter enam inisial H dirujuk ke RSUD NTB.

Pria berusia 63 tahun ini dirujuk karena persoalan kesehatan. Rujukan dengan diagnosa awal gagal jantung dan sudah dilakukan rekam jantung di rumah sakit.

“Benar ada satu orang jamaah Lombok Tengah dari kloter enam dirujuk ke RSUD NTB, di sana jadi kewenangan provinsi. Kita harapkan jamaah segera membaik dan bisa menyusul terbang bersama jamaah dari kloter lain,” beber dia.

Photo
Photo

Diberitakan sebelumnya, Plh Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Mataram Suparlan mengatakan, jamaah asal Lombok Tengah inisial H ini telah dirawat inap di RSUD NTB.

Ini bermula saat jamaah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas BKK Mataram di Asrama Haji Embarkasi Lombok.

Hasilnya, tingkat saturasi oksigen jamaah tersebut hanya 60 persen. Saturasi oksigen adalah persentase oksigen yang terikat pada hemoglobin dalam darah.

Yang menunjukkan seberapa banyak oksigen yang dibawa oleh sel darah merah.

“Nilai saturasi oksigen yang normal antara 95 persen hingga 100 persen. Jika rendah di bawah 90 persen menunjukkan masalah kesehatan seperti masalah pernapasan atau jantung. Jamaah ini kita lihat saturasi oksigennya rendah,” terangnya. (par/ewi/r6)

Editor : Siti Aeny Maryam
#Haji #jch #embarkasi #Kemenag #Lombok