Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pro Kontra Soal Rumor Lalu Iqbal akan menganti posisi Pathul Bahri Nahkodai Gerindra NTB, Antara Wajar atau Balas Budi

Rosmayanthi • Minggu, 11 Mei 2025 | 16:45 WIB

Lalu Muhamad Iqbal dan Lalu Pathul Bahri dalam sebuah acara Gerindra NTB, keduanya berpotensi menjadi saingan untuk Pilgub NTB mendatang.
Lalu Muhamad Iqbal dan Lalu Pathul Bahri dalam sebuah acara Gerindra NTB, keduanya berpotensi menjadi saingan untuk Pilgub NTB mendatang.
LombokPost - Rumor pergantian kursi Ketua DPD Partai Gerindra NTB semakin menguat sejak kabar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani akan datang ke Nusa Tenggara Barat (NTB).

Konon kedatangan Muzani tak sekedar urusan kunjungan kerja tapi juga urusan politik yakni pergantian kursi Ketua DPD Gerinda NTB.

Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal katanya akan mengantikan posisi H. Lalu Pathul Bahri, S.IP.,M.AP., yang kini menjabat Bupati Lombok Tengah (Loteng) sebagai Ketua DPD Gerindra NTB.

Bahkan kabarnya lagi, proses pergantian tersebut tinggal menunggu proses administrasi di DPP Partai Gerindra.

Rumor tersebut semakin menguat ketika Muzani dan Lalu Iqbal terlihat begitu akrab saat bertemu di Mataram. 

Lalu Iqbal yang mendampingi Muzani disela-sela kunjungan kerjanya di NTB terlihat sangat mesra seolah sudah sering jumpa sebelumnya.

Sayangnya, Lalu Iqbal selalu mengelak ketika awak media menanyakan soal kepastian rumor bahwa dirinya berniat menahkodai DPD Gerindra NTB. 

Bahkan Gubernur NTB ini terus berusaha mengalihkan pertanyaan wartawan terkait kesiapannya jika nantinya benar ditunjuk memimpin Partai Gerindra NTB.

Sikap yang sama juga diperlihatkan Muzani. Saat dikonfirmasi soal kabar tersebut, usai menyerahkan trofi juara pemenang balap GT World Challenge Asia 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit, Sabtu (10/52025), dirinya enggan memberikan komentar. 

Muzani tidak membantah isu tersebut, tidak juga secara tegas mengatakan H. Lalu Pathul Bahri akan tetap memimpin Partai Gerindra NTB. 

“Tanya yang lain saja,” kilahnya.

Muzani juga tidak mau menjawab soal isu kalau SK DPP Partai Gerindra soal pergantian Ketua DPD Partai Gerindra NTB sudah turun. 

Namun Muzani sambil melirik Lalu Iqbal dengan senyuman lalu berkata; 

“Tanya ke dia (Gubernur NTB) saja,” ucapnya memberi saran agar awak media bertanya langsung ke Gubernur NTB soal itu.

Awak media mengsinyalir jawaban itu sebagai kode keras jika Lalu Iqbal direstui DPP untuk menahkodai Gerindra NTB.

Tapi sekali lagi, Lalu Iqbal tak mau menanggapi gurauan Muzani kepada wartawan tersebut.

Gubernur NTB ini malah menegaskan jika kedatangan Ahmad Muzani ke NTB murni dalam kapasitas sebagai Ketua MPR RI, bukan sebagai Sekjen Partai Gerindra. 

Dia juga menepis isu kalau kedatangan Sekjen Partai Gerindra tersebut ke NTB untuk menyerahkan SK DPP Partai Gerindra soal Ketua DPD Partai Gerindra NTB yang baru.

Rumor pergantian kursi Ketua DPD Partai Gerindra NTB semakin menguat sejak kabar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani akan datang ke Nusa Tenggara Barat (NTB).
Rumor pergantian kursi Ketua DPD Partai Gerindra NTB semakin menguat sejak kabar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani akan datang ke Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Beliau (Ahmad Muzani) datang sebagai Ketua MPR. Kalian (wartawan) kok nggak percaya. Soal isunya yang kian santer, nggak apa-apa, kan bagus santer bisa menerangi," jawab Lalu Iqbal tetap mencandai awak media dengan istilah "santer (ramai) menjadi "senter (cahaya penerangan).

Terlepas benar tidak Lalu Iqbal akan menggantikan Pathul Bahri sebagai Ketua DPD Gerindra NTB, rumor ini telah membuat banyak spekulasi ditengah masyarakat. Terutama dikalangan para pengamat politik dan tokoh ormas.

Tentu saja ada pro kontrak soal ini, di satu sisi ada tokoh yang menentang dan berpendapat Lalu Iqbal masih punya hutang budi kepada Pathul Bahri di Pemilihan Gubernur kemarin, namun ada juga pengamat yang menilai Lalu Iqbal wajar dan pantas menahkodai Gerindra NTB.

Lalu Habiburrahman, Direktur Forum Peduli Pembangunan dan Pelayanan Publik Nusa Tenggara Barat (FP4 NTB) menyampaikan sindiran keras kepada Lalu Iqbal soal rumor akan merebut kursi pimpinan Gerindra NTB dari tangah Pathul Bahri.

Dalam tulisan Opininya di beberapa media, Habiburrahman menilai, isu pergantian Ketua DPD Partai Gerindra NTB dari Lalu Pathul Bahri kepada Lalu Muhamad Iqbal cukup menggelitik nurani publik. 

"Adakah ruang bagi kesetiaan di antara deru ambisi?" sindir Habiburrahman.

Menururnya, Pathul Bahri bukan sekadar pengurus partai, tapi juga arsitek di balik kokohnya Gerindra di NTB. 

Pathul Bahri membangun dari dasar, menanam dari awal dan menjaga bara semangat ketika api nyaris padam untuk Gerindra.

Bahkan, dalam Pilgub NTB yang lalu, Pathul Bahri menanggalkan ego dan memilih menjadi pagar bagi sosok yang baru datang. 

"Dia bukan hanya mendukung, tapi berkorban, menanggung risiko dan guncangan demi memenangkan seseorang yang kini konon siap menggantikan perannya," tambah Habiburrahman

Sehingga Habiburrahman menilai, jika rumor itu benar, maka kisah ini menjadi cermin buram tentang bagaimana mudahnya sebuah jasa bisa dilupakan.

"Dan bagaimana cepatnya orang naik ke singgasana lalu lupa siapa yang menuntunnya menaiki tangga," tambah dia.

Habiburrahman juga menilai, Lalu Iqbal sebagai Gubernur adalah sosok terhormat yang datang dengan bekal pengalaman luar negeri dan reputasi diplomatik. Tapi kedigdayaan politik tidak diukur dari gelar dan prestasi, melainkan dari keluhuran dalam bersikap.

"Mengambil alih kursi yang dijaga dengan sepenuh hati oleh orang yang pernah membela kita bukanlah sikap seorang bangsawan terhormat, tapi bayangan ambisi yang menari dalam senyap," nilai Habiburrahman lagi.

Itu sebabnya Habiburrahman mempersilahkan masyarakat menilai, jika memang ada niat Lalu Iqbal merebut Kursi Ketua Gerindra NTB.

"Pantaskah seorang pemimpin menebang batang yang pernah menjadi naungannya? Ataukah ini hanya cerminan bahwa di dunia politik, balas budi telah kehilangan tempatnya di meja kekuasaan," sindir Habiburrahman lagi.

Direktur FP4 NTB ini sangat faham jika dunia politik itu keras, tapi etika dalam berpolitik juga harus dikedepankan. 

Lalu Habiburrahman, Direktur FP4 NTB menyampaikan sindiran keras kepada Lalu Iqbal soal rumor akan merebut kursi pimpinan Gerindra NTB dari Pathul Bahri.
Lalu Habiburrahman, Direktur FP4 NTB menyampaikan sindiran keras kepada Lalu Iqbal soal rumor akan merebut kursi pimpinan Gerindra NTB dari Pathul Bahri.

"Politik boleh keras, tapi tidak untuk menginjak wajah kawan yang pernah menahan badai demi kita," nilanya.

Dilain sisi, pergantian kepemimpinan DPD Partai Gerindra NTB dinilai sebagai langkah strategis menjelang kontestasi politik 2029. Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram oleh Dr. Ihsan Hamid.

Pengamat polktik ini menilai, Gerindra diuntungkan jika menunjuk Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, sebagai ketua DPD yang baru.

Pasalnya konsolidasi mesin politik di daerah menjadi penting untuk memperkuat basis partai. Hal ini sejalan dengan agenda restrukturisasi yang digulirkan Gerindra pasca-musyawarah nasional beberapa waktu lalu.

“Saya melihat Gerindra memang memiliki agenda restrukturisasi kepengurusan di tingkat provinsi, dan ini wajar setelah munas kemarin,” nilai Ihsan.

Lebih lanjut dia menilai dalam konteks NTB, Gerindra harus mempersiapkan kader dengan kapasitas besar untuk membesarkan partai. 

"Menunjuk kepala daerah sebagai ketua menurut saya sangat strategis karena kepala daerah mampu mengendalikan beragam sumber daya yang penting dalam pemenangan pemilu," tambahnya.

Itu sebabnya Ihsan menilai wajar jika DPP menunjuk ketua yang menjabat kepala daerah, apalagi di level gubernur. Karena langkah ini akan menjadi keuntungan langsung bagi Gerindra.

Saat ini, Ketua DPD Gerindra NTB dijabat oleh Bupati Lombok Tengah dua periode, Lalu Pathul Bahri. Namun, Ihsan menilai, posisi Gubernur Lalu Iqbal lebih strategis untuk mengamankan kepentingan politik Gerindra ke depan.

“Bukan karena Pathul tidak mampu, tapi karena sumber daya yang dikelola Iqbal tentu lebih besar dan masih berpotensi menjadi gubernur di periode berikutnya,” nilai Ihsan.

Editor : Siti Aeny Maryam
#muzani #Pathul Bahri #ketua dpd #Gerindra NTB #Lalu Iqbal