Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wilayah NTB Masih Sering Hujan Lebat Meski Sudah Masuk Kemarau, Begini Penjelasan BMKG

Umar Wirahadi • Rabu, 14 Mei 2025 | 11:35 WIB
PERINGATAN DINI: BMKG mengeluarkan peringatan dini tentang potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang terjadi Rabu (14/5).
PERINGATAN DINI: BMKG mengeluarkan peringatan dini tentang potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang terjadi Rabu (14/5).

LombokPost--Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih sering mengguyur.

Padahal sebagian besar wilayah NTB sudah memasuki musim kemarau.

Hingga kini beberapa daerah masih berisiko hujan lebat disertai petir, angin kencang, dan puting beliung. 

Seperti yang terjadi di Kabupaten Lombok Tengah, Minggu (11/5).

Banjir menerjang tiga kecamatan di Lombok Tengah. Seperti Kecamatan Praya, Kecamatan Praya Barat dan Kecamatan Praya Barat Daya.

Salah satu desa yang terdapak banjir parah adalah Desa Darek di Kecamatan Praya Barat Daya. 

Dari laporan BPBD NTB, tercatat ada 80 rumah warga teredam banjir. Selain itu ada sembilan unit rumah dan satu sekolah mengalami kerusakan akibat angin puting beliung. 

Selain Lombok Tengah, hujan juga kerap mengguyur daerah lain. Seperti Lombok Barat, Lombok Timur, Kota Mataram, Lombok Utara dan Pulau Sumbawa.

Cuaca ekstrem ini bisa memicu bencana hidrometeorologi.

"BPBD di kabupaten/kota saya minta tetap siaga untuk lakukan langkah mitigasi," kata Kepala Pelaksana BPBD NTB Ahmadi. 

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (Stamet ZAM) Satria Topan Primadi menjelaskan hujan di musim kemarau dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang menunjukkan pola konvergensi di NTB.

Kondisi atmosfer ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan cumulonimbus yang menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. 

Kondisi itu juga diikuti kelembapan udara yang cenderung basah di berbagai ketinggian, serta labilitas atmosfer yang kuat yang mendorong pembentukan awan hujan secara masif. 

Atmosfer ini mendukung pembentukan awan Cumulonimbus (CB) yang signifikan.

"Inilah sebabnya hujan masih sering terjadi meskipun sudah masuk musim kemarau," jelas Satria Topan Primadi. 

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait peningkatan potensi cuaca ekstrem di wilayah NTB hingga Kamis (15/5).

Cuaca ekstrem ini berpotensi disertai petir atau kilat dan angin kencang. 

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung hingga banjir rob.

"Saat ini dinamika atmosfer menunjukkan aktivitas yang signifikan di sekitar wilayah NTB," ujar Topan. 

Selain hujan lebat, BMKG juga mengingatkan potensi gelombang tinggi di wilayah perairan NTB. Gelombang dengan ketinggian 2,5 meter sampai 4 meter masih berpotensi terjadi di Selat Lombok bagian selatan.

Sementara Selat Alas bagian Selatan dan Samudera Hindia Selatan NTB berpotensi mengalami gelombang setinggi sampai 2,5 meter. (mar) 

 

Editor : Kimda Farida
#bmkg #NTB #Cuaca Ekstrem