LombokPost - Kamis (15/5), rombongan Jamaah Calon Haji (JCH) asal Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara, dan Sumbawa Barat yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 11 Embarkasi Lombok, telah diterbangkan ke Tanah Suci.
Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag NTB Muhammad Amin, memberikan pengarahan penting dan strategis kepada ketua kloter, pembimbing ibadah, dan petugas haji daerah (PHD) untuk Kloter 11.
Amin memfokuskan pengarahan pada koordinasi menyeluruh.
"Kami perlu memastikan semua jamaah mendapatkan layanan terbaik dan aman selama menjalankan ibadah haji," tegasnya, Rabu (14/5).
Beberapa poin penting disampaikannya, dimulai dari pengelolaan identitas jemaah, terutama bagi mereka yang berbeda syarikah, yaitu perusahaan layanan yang membantu penyelenggaraan ibadah haji.
“Identitas yang jelas sangat penting untuk menghindari kebingungan di lapangan,” ujarnya.
Pengarahan juga mencakup mitigasi risiko dalam pengangkutan jamaah menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Ia menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang baik antar petugas, yang harus saling mendukung dan bekerja sama maksimal, termasuk dengan seluruh petugas lintas ketua regu yang bertugas mengkoordinir dan membantu jamaah haji selama perjalanan haji.
Semua petugas diminta untuk memastikan jamaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan tertib.
Selain itu, Amin memberikan informasi terkait program tanazzul dan murur, di mana jamaah akan diajak untuk memahami dan menjalani ibadah dengan lebih tenang dan terarah.
Program ini, menurutnya, dirancang untuk memberikan pengalaman spiritual yang lebih mendalam bagi semua jemaah dan membantu mereka menghadapi tantangan selama di Tanah Suci.
“Dengan pendekatan ini, kami berharap jamaah bisa lebih fokus pada ibadah,” tegasnya.
Penekanan lain yang menjadi prioritas utama adalah kesehatan jamaah. Mengingat cuaca ekstrem pada musim panas di Arab Saudi, petugas haji diminta sigap dan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang perlu dipatuhi.
“Kami harus memastikan jemaah tetap sehat dan aman, terutama dalam situasi yang mungkin berisiko,” kata Amin.
Dari pengarahan ini, diharapkan seluruh petugas haji dapat meningkatkan sinergi dan memberikan layanan terbaik bagi JCH Embarkasi Lombok, sehingga pelaksanaan rangkaian ibadah haji berjalan lancar dan sesuai syariat agama.
“Kami ingin memastikan semua aspek tertangani dengan baik, agar jamaah merasa nyaman dan tenang saat beribadah,” tandasnya.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Mataram Suparlan mengatakan, kondisi kesehatan JCH asal NTB masih didominasi oleh risti.
Untuk itu, petugas haji aktif memantau kondisi kesehatan tersebut. Terutama bagi tenaga kesehatan haji (TKH) kloter, yang sebelum berangkat, BKK Mataram telah membekali mereka dengan daftar nama jamaah yang berada dalam kondisi risti berat, sedang, dan ringan.
“Ini yang utama dan mesti dipantau terus adalah jamaah risti berat, ini harus dipastikan kondisi kesehatannya,” tegasnya. (yun/r7)
Editor : Redaksi Lombok Post