Jalur ini menawarkan keindahan alam Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) yang memukau, namun dengan tingkat kesulitan yang ekstrem dan menantang bagi para pendaki.
Inilah yang menjadi daya tarik bagi pendaki untuk mendapatkan tantangan.
Baca Juga: Balai Taman Gunung Rinjani Catat Kasus Kecelakaan di Pendakian Meningkat, Ini Penyebabnya
“Dengan tantangan medan seperti ini, jelas memerlukan perhatian khusus,” ujar Kepala Balai TNGR Yarman, dalam wawancara dengan Lombok Post, Rabu (14/5).
Perhatian khusus itu diwujudkan melalui penataan jalur pendakian Torean.
Dimulai pada 12 Mei, tim pemeliharaan mengawali pekerjaan pelebaran jalur di kawasan Banyu Urip, termasuk pemapasan batu dan pembuatan trap di sekitar ujung tali pegangan bagian bawah.
Meski cuaca hujan dan lalu lintas pendaki yang padat menjadi tantangan, semangat tim tetap tinggi.
Baca Juga: Terungkap! Ini Penyebab Wisatawan Malaysia Meninggal di Jalur Torean Gunung Rinjani
Pada tanggal 13 Mei, tim mendapatkan tambahan enam personel dari salah satu agen pendakian Rinjani, sehingga total anggota tim yang bekerja menjadi 17 orang.
Pekerjaan dilanjutkan dengan perbaikan klem pegangan tali tambang yang rusak, pembangunan jembatan kayu di Kokok Putih, serta pemasangan anak tangga di bagian atas sungai Kokok Putih.
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pendaki di jalur Torean, serta mengurangi risiko pendakian.
Sekadar informasi, pada awal Mei ini, seorang turis asal Malaysia tewas setelah terjatuh dari tebing jalur Torean usai mendaki Gunung Rinjani.
“Kami berkaca dan belajar dari pengalaman sebelumnya, ada seorang tamu yang kecelakaan di jalur ini. Karena itu, perbaikan dan pemeliharaan menjadi atensi kami,” jelas Yarman.
Tantangan medan jalur Torean memang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki yang mencari pengalaman petualangan yang lebih memacu adrenalin.
Namun, Yarman mengingatkan seluruh pendaki untuk mempersiapkan diri dengan matang demi keselamatan dan kenyamanan.
“Kita tahu, Rinjani adalah gunung yang sangat ekstrem, ada beberapa lokasi yang menjadi perhatian, maka kita harus berhati-hati dan wajib mempersiapkan diri,” terangnya.
Baca Juga: Kronologi Wisatawan Malaysia Meninggal Saat Turun Melalui Jalur Torean Gunung Rinjani
Persiapan itu mencakup fisik dan mental. Sebelum mendaki Rinjani, pendaki disarankan untuk mengenali dan mempelajari kondisi medan, rute, serta kondisi cuaca dari jalur yang akan dilalui.
Terdapat enam pintu masuk ke TNGR, yaitu Senaru, Sembalun, Torean, Aik Berik, Timbanuh, dan Tete Batu. Jalur-jalur ini menawarkan pengalaman pendakian yang berbeda, mulai dari yang relatif mudah hingga yang menantang.
“Saya rasa, sudah banyak sumber untuk mempelajari masing-masing kondisi jalur pendakian di Rinjani. Selain siap mental dan fisik, pengenalan medan ini menjadi salah satu yang utama kita perhatikan,” kata Yarman.
Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Balai TNGR Dwi Pangestu mengatakan, petugas fokus melakukan pelebaran di sepanjang jalan kurus jalur Banyu Urip. Di lokasi wisatawan asal Malaysia terjatuh dan meninggal pada Sabtu siang (3/5).
“Selain pelebaran jalan, ada juga perbaikan klem pegangan tali tambang yang sudah rusak,” katanya.
Pekerjaan awal dimulai di jalur Banyu Urip. Di sana, petugas bekerja keras dengan memapas batu untuk pelebaran jalur.
Pekerjaan lainnya berupa pembuatan trap di sekitar ujung tali pegangan bagian bawah.
Baca Juga: Torean, Jalur Pendakian Gunung Rinjani dengan Tantangan Ekstrem dan Keindahan Alam Memukau
Pekerjaan hari pertama, tutur dia, dilakukan dengan hasil yang belum maksimal.
Selain medan yang berat dan berbahaya, cuaca juga menjadi kendala tersendiri.
Sebab hujan mengguyur sepanjang hari.
“Apalagi lalu lintas pendaki juga banyak melewati jalan kurus Banyu Urip. Ini membuat tim bekerja secara bergantian menggunakan jalan tersebut,” tutur Dwi.
Selain jalur pendakian Banyu Urip, perbaikan juga dilakukan di titik lain. Yaitu berupa pembuatan jembatan kayu di bentangan sungai Kokok Putih.
Serta pemasangan anak tangga di jalan bagian atas sungai Kokok Putih.
“Perbaikan ini sebagai komitmen nersama untuk meningkatkan keselamatan pendaki di jalur Torean ini,” jelas Dwi. (yun/mar/r7)
Editor : Kimda Farida