LombokPost - Presiden RI Prabowo Subianto mewariskan sapi kurban kepada masyarakat NTB untuk Idul Adha 1446 H.
Seperti tradisi sebelumnya, sapi kurban berasal dari peternak lokal atau dalam daerah.
Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB Ahmad Masyhuri mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk mendapatkan sapi kurban sesuai persyaratan.
“Dari beberapa minggu kami saling membagi tugas, Alhamdulillah kami sudah mendapatkan sapi-sapi kurban itu,” terangnya saat dikonfirmasi Lombok Post, Minggu (18/6).
Baca Juga: Pemprov NTB Sisir Ribuan Kendaraan Dinas Nunggak Pajak, Ternyata Hasilnya Mengejutkan!
Tahun ini, jumlah sapi kurban yang diterima Pemprov NTB lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Setiap kabupaten dan kota di NTB juga menerima sapi kurban dari presiden.
Seharusnya ada 11 ekor sapi yang diperdagangkan, karena 10 kabupaten dan kota serta pemprov masing-masing menerima satu ekor.
Namun, Disnakeswan NTB menyiapkan 12 ekor sapi.
Baca Juga: Agromaritim Jadi Strategi Baru Pemprov NTB Ungkit Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Hal ini karena Kota Bima menyediakan dua ekor sapi.
Pasalnya, bobot sapi di wilayah tersebut tidak memenuhi syarat minimal 800 kilogram.
Sesuai ketentuan, bobot sapi kurban harus antara 800 kilogram hingga 1 ton.
“Kalau wilayah lain itu sudah di atas 800 kg, nah untuk Kota Bima, dua ekor sapi itu beratnya ada yang 563 kg dan seekor lagi 395 kg, jadi kalau digabung lewat dari 800 kg,” jelasnya.
Sementara itu, sapi kurban untuk pemprov diambil dari peternak asal Lombok Barat, dengan bobot lebih dari 1 ton. Jenis sapi yang disiapkan antara lain Simental dan Sapi Bali.
Masyhuri menegaskan, semua sapi merupakan yang terbaik dan sudah terjamin kesehatannya.
Sapi-sapi itu bebas dari penyakit antraks, brucellosis, penyakit mulut dan kuku (PMK), serta telah melalui uji PCR untuk mendeteksi virus Lumpy Skin Disease (LSD).
“Tidak ada cacat fisik dan sehat secara uji laboratorium, kami sudah memastikannya,” jelasnya.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini 19 Mei 2025: Update Terbaru dan Prediksi Tren
Saat ini, seluruh sapi kurban Presiden Prabowo dilayani langsung oleh peternaknya hingga jelang Idul Adha.
Untuk memastikan kondisi kesehatannya tetap terjaga, masing-masing OPD di kabupaten dan kota rutin melakukan pengawasan.
“Kami sudah mengoordinasikan agar sapi kurban ini benar-benar menjaga kesehatannya,” tandas Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB ini.
Baca Juga: Gempa Bumi Terkini 19 Mei 2025: Guncangan Terasa di Beberapa Wilayah Indonesia
Sementara itu, Kepala Biro Kesra Setda NTB H Sahnan mengatakan, penyaluran sapi kurban dari presiden biasanya dikoordinasikan oleh pemerintah daerah setempat yang bekerja sama dengan masjid atau panitia kurban.
“Teknis pembagian daging kurban kepada masyarakat diserahkan kepada pemerintah daerah dan takmirul masjid setempat,” terangnya.
Saat ini sedang menampung masjid-masjid yang akan menerima sapi kurban Presiden Prabowo di masing-masing daerah.
“Kami yang mencarikan masjid mana yang akan dapat di semua kabupaten dan kota, di mana alamatnya termasuk pengurus masjid. Sapi bantuan presiden ini harus sudah ada masjidnya, pemetaan sudah kami mulai dari minggu yang lalu,” jelasnya. (yun/r7)
Editor : Kimda Farida