Saat ini, pemprov melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB tengah menyiapkan pencairan dana hibah untuk memperlancar pelaksanaan event nasional tersebut.
“Nilai hibah yang disiapkan Rp 28 miliar,” jelas Kepala Dispora NTB Wirawan, Minggu (18/5).
Baca Juga: Iqbal Pastikan NTB Siap Gelar Fornas 2025 dan PON 2028
Ia menjelaskan, anggaran hibah Fornas VIII sudah mengalami perubahan.
Semula dalam APBD 2025, anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 30 miliar.
Namun setelah dilakukan rasionalisasi, ditetapkan anggaran hibah sebesar Rp 28 miliar.
Baca Juga: Gubernur Iqbal Bertemu Menpora, Bahas Persiapan Fornas dan Skenario PON 2028
Artinya, terjadi pengurangan sebesar Rp 2 miliar.
“Memang ada efisiensi anggaran sehingga ketemu angka Rp 28 miliar,” jelas Wirawan.
Diperkirakan, hibah Rp 28 miliar itu cukup untuk menyukseskan Fornas yang melibatkan 80 Induk Organisasi Olahraga (INORGA).
Baca Juga: Tidak Jadi Terpusat di Mandalika, Tempat Fornas VIII Disebar ke Kabupaten/Kota
Ajang ini diproyeksikan memberikan efek berganda bagi NTB, tidak hanya dari aspek olahraga, tetapi juga ekonomi.
“Kami mengharapkan acara Fornas ini jadi pengungkit pertumbuhan ekonomi dan semakin mengangkat citra pariwisata NTB di nasional dan internasional,” papar Wirawan.
Sebelumnya, pemprov sudah dua kali melakukan rasionalisasi dana hibah Fornas. FORMI NTB awalnya mengajukan anggaran sebesar Rp 45 miliar.
Dispora kemudian melakukan kalkulasi dan menetapkan anggaran Rp 30 miliar dalam APBD 2025. Namun belakangan kembali dirasionalisasi menjadi Rp 28 miliar.
"Ini angka (Rp 28 miliar, Merah) yang paling memungkinkan sesuai dengan kapasitas fiskal daerah. Cukup tidak cukup harus dicukupkan," imbuhnya.
Baca Juga: Tidak Jadi Terpusat di Mandalika, Tempat Fornas VIII Disebar ke Kabupaten/Kota
Dispora menargetkan pencairan hibah dapat dilakukan awal Juni mendatang. Proses ini dimulai setelah Gubernur menerbitkan surat keputusan (SK) naskah perjanjian hibah daerah (NPHD).
Setelah itu, Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) NTB akan mengajukan permohonan pencairan.
Pencairan hibah ini, sambung Wirawan, dilakukan melalui pengawasan Inspektorat NTB sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).
Baca Juga: Dispora NTB Usulkan Fornas Bisa Digelar di Sirkuit Mandalika
Pelaporan kegiatan harus disusun secara akuntabel dan bertanggung jawab agar tidak menimbulkan permasalahan hukum di kemudian hari.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan komitmen pemprov untuk menyukseskan Fornas VIII.
Sebagai tuan rumah, kata dia, NTB siap memfasilitasi berbagai kebutuhan panitia, baik berupa tempat acara maupun hibah anggaran.
Dikatakannya, Fornas tidak hanya sekedar menjadi event olahraga, tetapi juga dapat menjadi ajang untuk mendongkrak potensi pariwisata NTB.
“Fornas tidak sekadar jadi event olahraga tapi menjadi sporttourism yang bisa mendatangkan wisatawan manca negara,” jelas Miq Iqbal, sapaan karib Lalu Muhamad Iqbal. (mar/r7)
Editor : Kimda Farida