Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lombok dan Thailand Makin Dekat, Berkah Prabowo Melawat

Prihadi Zoldic • Rabu, 21 Mei 2025 | 09:05 WIB

 

 

LEBARAN 2025: Sejumlah pesawat terparkir saat boarding di apron BIZAM, Loteng, belum lama ini.
LEBARAN 2025: Sejumlah pesawat terparkir saat boarding di apron BIZAM, Loteng, belum lama ini.

 

LombokPost - Presiden RI Prabowo Subianto berkunjung ke Thailand. Dia diterima langsung Raja Maha Vajiralongkorn, beserta Ratu Suthida Bajrasudhabimalalakshana.

 

Kunjungan ini pun langsung membuahkan sejumlah hasil nyata. Di antaranya koneksi dengan pembukaan rute penerbangan dari dan menuju Thailand. 

 

Dikatakan Prabowo, hubungan diplomatik kedua negara telah terjalin erat selama lebih dari 75 tahun. Dalam pertemuan tersebut, presiden menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diterima.

Pertemuan ini lanjut Prabowo mencerminkan eratnya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Thailand. Juga komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi strategis demi masa depan kawasan yang semakin maju. 

 

Terkait rute baru tersebut, pemerhati pariwisata Taufan Rahmadi mengatakan apresiasinya pada diplomasi udara ala Prabowo. Baginya, lagkah strategis Presiden Prabowo Subianto terbukti dengan pembukaan jalur penerbangan langsung Bangkok, Surabaya, Medan, dan Phuket. 

 

Di tengah persaingan destinasi global, konektivitas udara adalah denyut nadi sektor pariwisata. "Jalur ini tak hanya membuka gerbang wisata dua arah, tapi juga memperpendek jarak emosional dan ekonomi antara masyarakat Thailand dan Indonesia, khususnya di kawasan timur dan barat Nusantara," imbuh Taufan Rahmadi yang merupakan Dewan Pakar GSN Bidang Pariwisata itu. 

Surabaya sebagai pusat ekonomi Jawa Timur dan Medan sebagai gerbang Sumatra Utara punya potensi besar dalam pariwisata budaya, kuliner, dan alam. Sementara Thailand, dengan Bangkok dan Phuket sebagai magnet wisata kelas dunia, menghadirkan pasar inbound yang kuat.

 

Jika dikelola optimal, Taufan Rahmadi percaya rute ini bisa mengerek angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Khususnya dari pasar Thailand yang pada 2019 menyumbang lebih dari 130 ribu wisatawan ke Indonesia (BPS).

 

Lebih dari itu, langkah Presiden Prabowo ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam memposisikan pariwisata sebagai alat diplomasi sekaligus mesin pertumbuhan ekonomi.

Pujian bagi Taufan Rahmadi patut diberikan kepada Presiden Prabowo. Bukan karena retorika, melainkan atas keberpihakannya yang jelas terhadap pembangunan konektivitas antardaerah dan antarnegara, ini fondasi penting dalam membangun ekosistem pariwisata berkelanjutan.

Presiden Prabowo berbincang dengan Raja Thailand, dalam lawatannya ke negara tersebut. Salah satu hasilnya, konektivitas Indonesia dan Thailand semakin terbuka. (tangkapan layar IG Presiden Prabowo)
Presiden Prabowo berbincang dengan Raja Thailand, dalam lawatannya ke negara tersebut. Salah satu hasilnya, konektivitas Indonesia dan Thailand semakin terbuka. (tangkapan layar IG Presiden Prabowo)

Kini, tantangannya adalah memastikan kesiapan destinasi di daerah untuk menangkap peluang ini, infrastruktur, SDM pariwisata, serta sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri. Karena penerbangan hanyalah awal, yang menentukan keberhasilan adalah pengalaman wisatawan setelah mendarat.

 

Lantas apa hubungannya dengan Lombok? Meski tak ada jalur langsung ke Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM) Lombok, namun konektivitas itu tetaplah berita baik. Jika mampu dimaksimalkan, bukan tak mungkin pengunjung dari Thailand yang tiba di Surabaya melanjutkan perjalanan ke Lombok. 

 

Lombok tetap harus berbenah, menyiapkan diri dan terus mempromosikan dirinya. Wisatawan dariBangkok atau Puket menuju Surabaya, kemudian lanjut BIZAM Lombok adalah sebuah hal yang sangat mungkin. (yuk/r6) 

 

Editor : Prihadi Zoldic
#prabowo #thailand #presiden #Taufan Rahmadi #BIZAM #Lombok #Pariwisata