Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kisah Cinta Bocah SMP di Lombok yang Berujung ke Pelaminan

Rosmayanthi • Sabtu, 24 Mei 2025 | 11:45 WIB

Terlihat dalam video bagaimana pernikahan bocah SMP di Lombok menggunakan Adat Nyongkolan pawai keliling kampung.
Terlihat dalam video bagaimana pernikahan bocah SMP di Lombok menggunakan Adat Nyongkolan pawai keliling kampung.
LombokPost - Kisah cinta bocah SMP di Lombok yang berujung ke pelaminan.

Sebut saja YL (15), seorang siswi kelas 1 SMP dan RN (16) siswa kelas 1 SMK asal Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat (NTB), merajut cinta hingga berujung ke pelaminan.

Kisah cinta bocah SMP di Lombok yang berujung ke pelaminan ini membuah heboh dunia maya setelah diunggah oleh akun Facebook @Diyok Stars yang kini sudah ditonton 2,1 juta kali. 

Bagaimana tidak? Pasalnya usia keduanya terbilang masih bocah ingusan. Dan menurut hukum di Indonesia, pernikahan dibawah umur seperti ini dilarang.

Dimana dalam Undang-Undang, pernikahan keduanya masuk ketegori kasus pernikahan usia dini, yaitu yang calon suami/istrinya di bawah 19 tahun, yang pada dasarnya tidak dibolehkan oleh undang-undang. 

Tapi sepertinya pihak keluarga tak perduli tenang hal ini. Buktinya mereka bahkan menggelar adat Nyongkolan, adat khas suku Sasak Lombok, yang mengharuskan iring-iringan pengantin masuk kampung untuk mengantar pihak mempelai wanita pamit ke rumah orang tuanya.

Terlihat dalam video bagaimana pernikahan bocah SMP, YL dan RN mengenakan pakaian adat Sasak melakukan Nyongkolan diiringi musik tradisional Lombok Gendang Beleq dan Kecimol masuk ke desa asal YL.

Tak hanya Gendang Beleq dan Kecimol, prosesi ini juga menyertakan patung kuda Sasak atau jaran kampus untuk ditunggangi YL dan RN. 

Yang bikin netizen gregetan adalah ekspresi pengantin wanita yang joget-joget saat Nyongkolan. 

Sifat kekanak-kanakannya sangat nampak sehingga banyak komentar miring pun dilontarkan netizen yang menonton video tersebut di media sosial.

Kisah cinta bocah SMP di Lombok Nusa Tenggara Barat yang berujung ke pelaminan.
Kisah cinta bocah SMP di Lombok Nusa Tenggara Barat yang berujung ke pelaminan.

Dan dari ekspresi YL dan RN, mereka tampak begitu bahagia dan tak terlihat jika pernikahan itu dipaksa. pasangan pengantin bocah SMP/SMK ini tampak ceria hingga ikut joget saat nyongkolan di jalan raya. Warga pun semakin antusias menyaksikan acara pernikahan. 

Begitu pun saat berada di pelaminan di Desa Mujur Praya Timur Lombok Tengah, pengantin wanita juga menunjukkan tingkah layaknya anak baru gede (ABG). Teriak-teriak dan menunjukkan gestur wajah tajam dan salam metal.

Tidak pelak, pernikahan bocah SMP ini menuai pro dan kontra warganet.  Tidak sedikit yang merasa miris dan prihatin dengan pernikahan itu, tetapi banyak juga yang komentar mendukung pernikahan kedua anak tersebut.

Usut punya usut, rupanya YL dan RN memang sepasang kekasih yang tengah di mabuk asmara. Keduanya beberapa kali mencoba menikah walau sudah dilarang dan dipisahkan oleh pihak keluarga dan aparat desa.

Kepala Desa Beraim Kecamatan Praya Tengah Lombok Tengah (desa asal mempelai laki-laki) Lalu Januarsa Atmaja, mengungkap, tiga minggu sebelum pernikahan, YL dan RN sempat melakukan tradisi kawin culik, tradisi suku Sasak ketika ingin menikah.

Pada upaya pernikahan pertama, pihak keluarga dan pihak desa sudah upayakan terjadi pembelasan (pemisahan).

"Dulu pernah mau nikah, tapi oleh Kadus dan kita berhasil melakukan pemisahan keduanya," ungkap Lalu Januarsa. 

Celakanya, tiga minggu setelah kejadian, RN membawa lari kabur YL ke Pulau Sumbawa selama dua hari dua malam,  tanpa sepengetahuan keluarga mempelai laki-laki maupun perempuan.

Setelah kedua sejoli yang tengah di mabuk asmara ini pulang ke Lombok (dari Sumbawa), keduanya sempat diupayakan untuk dipisah lagi. 

"Tapi orang tua/wali perempuan ndak ngasih (dilakukan pemisahan). Mereka ndak mau nerima kembali anak perempuannya," ungkap Lalu Januarsa.

Alasannya, karena anaknya (YL) sudah dua hari dua malam dibawa oleh RN, hingga takut nantinya menjadi fitnah di kampung.

"Jadi karena sudah dua kali melakukan pemisahan tapi kedua ndak mau, jadi ya sudah kita ndak mau urus. Kita sudah upayakan berbagai macam cara karena ini anak dibawah umur kan," aku Lalu Januarsa lagi.

Aparat desa bukan berniat membiarkan, tapi kedua bocah SMP ini memang sudah tak bisa dilarang dan dipisahkan.

Sebut saja YL (15), seorang siswi kelas 1 SMP dan RN (16) siswa kelas 1 SMK asal Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat (NTB), merajut cinta hingga berujung ke pelaminan.
Sebut saja YL (15), seorang siswi kelas 1 SMP dan RN (16) siswa kelas 1 SMK asal Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat (NTB), merajut cinta hingga berujung ke pelaminan.

"Kami dari pemerintah desa juga bilang, jangan urus kalau seperti itu. Terserah dia, kalau mau kawin anaknya silakan. Kan begitu," sambungnya. 

Selain itu, Lalu Januarsa memberikan peringatan kepada mempelai laki-laki maupun perempuan agar jangan sampai menggunakan alat kesenian saat menggelar nyongkolan.

"Tapi orang tuanya juga yang ngotot. Dari laki-laki maupun perempuan. Dua-duanya. Harus pakai Gendang Beleq kata dari besan mempelai perempuan," ungkap Lalu Januarsa.

Lalu Januarsa mengaku dirinya sudah melakukan upaya maksimal untuk melerai agar pernikahan usia anak ini tidak terjadi. 

Dia pun memahami pihak orang tua yang memiliki pertimbangan menikahkan anak mereka untuk menghindari fitnah. 

Editor : Siti Aeny Maryam
#kisah #Menikah #viral #smp #bocah #NTB #cinta #Lombok