LombokPost - Jalur tol laut Provinsi NTB pada masa pemerintahan Joko Widodo belum berjalan maksimal.
Dari tiga titik persimpangan, baru dua lokasi yang beroperasi normal, yaitu Lembar dan Bima. Sedangkan Pelabuhan Calabai, Kabupaten Dompu, belum berjalan sesuai harapan.
Padahal tol laut Provinsi NTB diharapkan dapat membuka akses pasar dan memperlancar pengiriman logistik ke Jawa.
Baca Juga: Percepat Perputaran Barang dengan Tol Laut
“Terus terang sampai hari ini tol laut Provinsi NTB kita tidak balance product.Tingkat keterisian barang masuk dan keluar tidak seimbang,” jelas Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB Lalu Mohammad Faozal.
Pemerintah pusat, jelas dia, telah meluncurkan jalur tol laut dari Pelabuhan Calabai.
Sebab proyek tersebut ambisius menggunakan subsidi pemerintah, dengan anggaran negara yang tidak terlalu dialokasikan untuk memperlancar arus barang dan orang.
Keberadaan tol laut Calabai awalnya mendukung tebu pabrik PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS). Namun dalam perjalanan satu tahun, pabrik gula itu tidak berproduksi sehingga mengganggu operasional tol laut ke Pulau Jawa.
Baca Juga: Kemendag: Integrasi Tol Laut-Gerai Maritim Efisiensikan Distribusi Barang
“Karena ini subsidi, jadinya kan negara bakar uang. Lama-lama pemerintah juga akan evaluasi,” ujar Faozal.
Meski demikian, tol laut yang menghubungkan Lembar dan Bima masih lebih baik.
Saat ini dari Lembar menuju Padangbai, misalnya sudah tersedia 25 unit. Kemudian dari Padangbai ke Pelabuhan Jangkar tersedia lima kapal.
Tol laut dari Gili Mas Perak, Surabaya, juga berjalan menuju lancar.
Konektivitas wilayah NTB tersambung dengan baik ke provinsi di Indonesia Timur, seperti Lembar-Waingapu dan Lembar-Flores.
Baca Juga: Tol Laut Ternak Segera Beroperasi di NTB
Tol laut Provinsi NTB juga menghubungkan NTB dengan Labuan Bajo melalui Sape, Kabupaten Bima.
“Tol laut Provinsi NTB yang sudah baik ini kita tingkatkan terus, khususnya dari sisi keterisian. Makanya kami ajak pelaku usaha untuk lebih giat lagi melakukan promosi,” papar Faozal yang juga menjabat Asisten II Setda NTB.
Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri menekankan pentingnya angkutan logistik melalui tol laut Provinsi NTB.
Ia menyebut permasalahan kendala pengiriman sapi dari Bima dan Sumbawa menuju Jabodetabek pada bulan April hingga awal Mei lalu harus menjadi pelajaran.
Ketersediaan kapal laut sangat dibutuhkan untuk melayani perairan NTB.
“Saat ini kita dihadapkan pada pengiriman jagung dari Pulau Sumbawa. Mulai dari akhir Mei sampai awal Juni ini menjadi puncak musim panen. Masyarakat harus bersiap dari sekarang, karena warga tidak bisa lama menunggu seperti pengiriman sapi itu,” tegas Umi Dinda, sapaan karib Indah Dhamayanti Putri. (mar/r7)
Editor : Kimda Farida