LombokPost-Memperingati milad ke-94, Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Nusa Tenggara Barat menunjukkan kepeduliannya terhadap kelompok rentan, khususnya anak-anak penyandang disabilitas.
Kepedulian iitu ditunjukkan melalui kunjungan sosial ke Sekolah Luar Biasa (SLB) YPTN Tuna Netra Al-Mahsyar di Selagas, Mataram, Sabtu (24/5).
PWNA NTB hadir untuk memberikan dukungan nyata sekaligus menguatkan semangat kesetaraan bagi siswa-siswi berkebutuhan khusus.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian milad yang mengusung tema Perempuan Tangguh Cerahkan Peradaban.
Dengan melibatkan pengurus, kader, serta tim advokasi, PWNA NTB tidak hanya datang membawa bantuan moral, tetapi juga membawa pesan penting, bahwa kelompok disabilitas berhak mendapat perhatian, akses pendidikan, serta perlakuan yang setara di ruang publik.
Selain berbagi kebaikan, NA juga menggelar advokasi langsung kepada para siswa dan pihak sekolah.
Fokus utamanya adalah menumbuhkan kesadaran tentang nilai-nilai humanis, pentingnya inklusi sosial, serta membuka jalan bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi.
Ketua PWNA NTB Miftahul Jannah mengatakan, kunjungan sosial ini merupakan bentuk nyata implementasi advokasi NA terhadap kelompok rentan yang rawan terpinggirkan.
"Nasyiatul Aisyiyah sebagai organisasi gerakan perempuan Muhammadiyah akan terus berkontribusi dan berkomitmen mengawal isu-isu sosial yang membutuhkan perhatian banyak pihak," katanya.
Baca Juga: Ternyata Tanggal Segini Idul Adha Menurut Versi Pemerintah, NU dan Muhammadiyah
Menurutnya, kelompok berkebutuhan khusus masih sering absen dari ruang-ruang perbincangan publik, padahal mereka sangat rentan terhadap eksploitasi ekonomi maupun politik.
Karena itu, PWNA hadir untuk memperjuangkan hak-hak mereka, terutama dalam bidang pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, PWNA juga menyampaikan komitmennya untuk memfasilitasi anak-anak disabilitas agar dapat mengakses ruang publik dan layanan pendidikan secara setara. Termasuk mendampingi mereka agar mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, yang selama ini dianggap jauh dari jangkauan.
Ketua Yayasan SLBA Tuna Netra Al-Mahsyar Aisyah menyambut baik inisiatif PWNA. Ia menyampaikan apresiasi atas gerakan sosial yang dilakukan organisasi perempuan Muhammadiyah tersebut.
"Kegiatan seperti ini harus terus dilakukan dengan melibatkan lebih banyak pihak ke depannya," ujarnya.
Miftahul menambahkan, secara nasional NA memiliki jaringan yang bisa dijadikan kanal bantuan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Hal ini juga menjadi bagian dari misi besar Muhammadiyah dalam mensejahterakan masyarakat semesta.
"Gerakan ini sejalan dengan nilai-nilai Islam dan cita-cita menciptakan masyarakat yang inklusif, adil, dan berkeadilan sosial," tandasnya.
Editor : Akbar Sirinawa