Dengan persiapan yang singkat, tim SMKN 3 Mataram menghadirkan dua motor listrik konversi dan satu unit mobil listrik buggy car. Ketiganya merupakan hasil program konversi gratis yang melibatkan siswa dan guru di bengkel konversi sekolah tersebut.
“Untuk EV Experience ke-3 ini, kami dibantu PLN UIP Nusra memamerkan buggy car dan dua molis hasil karya siswa. Proses persiapannya memang singkat, tapi hasilnya sangat membanggakan,” ujar Hadi Kurniawan, guru sekaligus pelatih program konversi SMKN 3 Mataram.
Spesifikasi buggy car yang dibawa: baterai lithium 72v/100ah, motor BLDC 3kW, kontroler 150A, dengan kecepatan maksimum 40 km/jam dan daya angkut 600 kg. Waktu pengisian hanya 4-6 jam dengan jarak tempuh 40-60 km. Sementara motor listrik konversi hanya mengonsumsi 2 kWh listrik untuk 10 km—biaya sekitar Rp 5.000, jauh lebih hemat dibandingkan 1 liter bensin yang setara Rp 10.000 untuk jarak sama.
Antusiasme publik sangat tinggi. “Hari ini kami hadirkan empat guru dan dua siswa. Tadi Ibu Wakil Gubernur sempat datang dan tertarik pada proses perakitan kendaraan listrik kami,” tambah Hadi.
General Manager PLN UIP Nusra Yasir menyampaikan bahwa keikutsertaan SMKN 3 Mataram di event ini adalah langkah nyata mengenalkan kemampuan lokal dalam menyokong program transisi energi nasional.
Saat ini, bengkel konversi SMKN 3 Mataram telah mengantongi sertifikat Grade B dari Kementerian Perhubungan, dan telah memproduksi 66 unit kendaraan listrik sejak program konversi berjalan.
“Bersama SMK binaan PLN di NTB, kami aktif kampanyekan elektrifikasi kendaraan melalui program electrifying vehicle. Tujuan akhirnya adalah menciptakan ekosistem kendaraan listrik di NTB dan mendukung NTB Hijau,” kata Yasir.
Dalam mendukung visi ini, PLN juga telah menghadirkan 37 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di berbagai wilayah NTB.
Tak hanya itu, kerja sama ini telah melahirkan 60 teknisi motor listrik bersertifikat, sebuah modal penting dalam pembangunan ekosistem kendaraan listrik dan mendorong pertumbuhan pariwisata berkelanjutan di NTB. (*)
Editor : Marthadi