LombokPost - Senyum, salam sapa. Tiga kata sederhana itu begitu sering diajarkan orang tua masyarakat Indonesia, termasuk Lombok saat bertemu orang lain.
"Senyum itu ibadah," contoh kalimat yang kerap diucapkan orang tua pada anaknya untuk mendidik mereka murah senyum.
Didikan-didikan tersebut agaknya terus dipelihara turun temurun oleh warga Indonesia termasuk Lombok.
Buktinya, dalam salah satu rilis penelitian baru-baru ini, Indonesia dinobatkan sebagai negara yang paling banyak tersenyum masyarakatnya.
Setelah Indonesia, nomor urut dua soal senyum adalah Meksiko, lalu Paraguay, kemudian Filipina.
Pemerhati pariwisata nasional Taufan Rahmadi mengatakan, Indonesia memanglah negeri paling ramah di dunia.
Dalah tulisan pada akun IG miliknya, Taufan Rahmadi mengatakan, dari Sabang sampai Merauke, senyum adalah bahasa universal yang tak pernah absen. Tak heran menurut Gallup Global Emotions Report 2023, Indonesia dinobatkan sebagai negara paling banyak tersenyum di dunia.
"Bukan hanya keramahan yang terasa tulus, tapi juga energi positif yang menyambut siapa saja—terutama wisatawan. Nggak heran kalau senyum jadi “magnet” pariwisata kita," kata Taufan Rahmadi.
Apa sih artinya senyum dalam pariwisata?Taufan Rahmadi mengatakan, yang pertama menumbuhkan rasa aman dan nyaman bagi turis. Kedua, membangun citra positif destinasi. Ketiga, mendorong wisatawan untuk datang dan kembali lagi.
Fakta ini jadi bukti bahwa kekuatan pariwisata Indonesia, tentu saja termasuk Lombok di dalamnya bukan hanya alam dan budaya, tapi juga karakter manusianya.
"Senyum-senyum hangat dari ibu penjual nasi uduk, bapak tukang ojek, atau anak-anak di desa wisata semua itu membentuk pengalaman yang berkesan," tegas Taufan Rahmadi.
Bayangkan, ketika turis datang ke Labuan Bajo, Mandalika, Dieng, atau Raja Ampat, lalu disambut dengan sapaan tulus dan senyum hangat, itulah momen yang tak bisa dibeli.
Senyum ditegaskan Taufan Rahmadi adalah investasi tak terlihat dalam ekonomi pariwisata. Ia membuka pintu hospitality, memperpanjang masa tinggal wisatawan, bahkan memperluas promosi dari mulut ke mulut.
"Jadi, yuk terus jaga senyum kita! Bukan hanya untuk sesama, tapi juga untuk dunia yang berkunjung ke rumah kita, Indonesia," tutup Taufan Rahmadi.
Jadi buat kalian masyarakat Lombok, dilarang nyebeng ya. Perbanyak senyum, karena itulah kekuatan kita orang Lombok. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic