Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jalan Tol Port to Port 80 km Lembar-Kayangan Lombok Telan Biaya Hingga Rp 22 Triliun

Rosmayanthi • Selasa, 3 Juni 2025 | 09:16 WIB

Jalan Tol Port to Port 80 km Lembar-Kayangan Lombok dipediksi akan telan biaya hingga Rp 22 Triliun yang bersumber dari Pusat.
Jalan Tol Port to Port 80 km Lembar-Kayangan Lombok dipediksi akan telan biaya hingga Rp 22 Triliun yang bersumber dari Pusat.
LombokPost - Bukan mimpi dan bukan juga sekedar wacana. Pemerintah Nusa Tenggara Barat (NTB) benar-benar akan mewujudkan mimpi masyarakat Pulau Lombok untuk Jalan Tol Port to Port 80 km Lembar-Kayangan Lombok.

Jalan Tol Port to Port 80 km Lembar-Kayangan Lombok ini akan segera dimulai pembangunannya tahun 2025 ini.

Jika semua persiapan telah dilaksanakan, pembangunan Jalan Tol Port to Port 80 km Lembar-Kayangan Lombok diperkirakan akan dilaksanakan pembangunan fisiknya pada tahun 2027 dan direncanakan akan beroperasi Tahun 2031.

Disebut Port to Port karena jalan tol ini menyambung dua pelabuhan sekaligus, yakni Pelabuhan Lembar Lombok Barat dan Pelabuhan Kayangan Lombok Timur.

Kerennya lagi, Jalan Tol Port to Port 80 km Lembar-Kayangan Lombok ini menelan biaya hingga Rp 22 triliun.

Dalam jumpa pers yang digelar Dinas Kominfotik Provinsi NTB Senin (2/6) kemarin, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perencanaan Tata Ruang (PUPR) NTB Sadimin mengatakan, pembangunan Jalan Tol Port to Port 80 km Lembar-Kayangan Lombok ini membutuhkan anggaran sebanyak Rp 22 Triliun 

Dengan rincian Rp 16 Triliun digunakan untuk pembangunan fisik dan Rp 6 Triliun untuk asesoris serta fasilitas penunjang operasional jalan tol.

Biaya pembangunan fisik Jalan Tol Port to Port 80 km Lembar-Kayangan Lombok, sepenuhnya berasal dari anggaran Kementerian PU.

Pengerjaan Jalan Tol Port to Port 80 km Lembar-Kayangan Lombok sudah dimulai Pemprov NTB di tahun 2025 ini. 

Bahkan Pemprov NTB telah mengajukan untuk dilakukan Feasibility Studies (Studi Kelayakan) rencana pembangunan jalan tol pertama di NTB ini. 

Kadis Kominfotik NTB Yusron Hadi bersama Kadis PUPR NTB Sadimin saat jumpa pers Senin (2/6).
Kadis Kominfotik NTB Yusron Hadi bersama Kadis PUPR NTB Sadimin saat jumpa pers Senin (2/6).

"Sampai saat ini surat permohonan Feasibility Studies (FS) belum di jawab oleh Kementerian PU," ucap Kadis PUPR NTB. 

Dari hasil pra FS ini didapat perhitungan panjang jalan tol, mekanisme pembangunan dengan beberapa skema serta pembebasan lahan. 

Jalan Tol Port to Port 80 km Lembar-Kayangan Lombok ini rencanakan akan dibangun melewati jalur eksisting serta tambahan jalan baru. 

Adapun Jalan Tol Port to Port 80 km Lembar-Kayangan Lombok ini akan dibangun dua jalur dengan enam lajur. 

Kadis PUPR NTB mengungkapkan, pembangunan Jalan Tol Port to Port 80 km Lembar-Kayangan Lombok, juga membutuhkan anggaran untuk pembebasan lahan.

Dan untuk biaya pembebasan lahan yang akan dibangun Jalan Tol Port to Port 80 km Lembar-Kayangan Lombok ini, ditanggung provinsi dan kabupaten yang melalui jalan tol. 

Adapun besaran biaya pembebasan lahan mencapai Rp 1,9 Triliun.

Dengan rincian; di Lombok Barat seluas 940 meter persegi, kabupaten Lombok Tengah seluas 1917 meter persegi, Lombok Timur seluas 1978 meter persegi.

Masing masing besaran anggaran pembebasan lahan yakni, Lombok Barat Rp 300 Milyar, Lombok Tengah Rp1 Triliun dan Lombok Timur Rp 600 Milyar. 

Kadis PUPR NTB menambahkan dengan pembangunan Jalan Tol Port to Port 80 km Lembar-Kayangan ini, akan memangkas jarak dan waktu.

Nusa Tenggara Barat (NTB) akan semakin keren karena pemerintah pusat telah merancang pembangunan jalan tol raksasa terbentang sepanjang 80 km yang memakan anggaran 1,9 Triliun.
Nusa Tenggara Barat (NTB) akan semakin keren karena pemerintah pusat telah merancang pembangunan jalan tol raksasa terbentang sepanjang 80 km yang memakan anggaran 1,9 Triliun.

Diperkirakan jarak tempuh dari Pelabuhan Lembar menuju Kayangan Lombok Timur melalui jalan tol ini hanya memakan waktu 1 jam saja. 

Selain itu, Jalan Tol Port to Port 80 km Lembar-Kayangan ini akan mengurai kemacetan serta membuka pusat perekonomian.

"Juga membuat pertumbuhan area baru dari bypas dan pengembangan pariwisata menyusuri pantai wilayah selatan yang potensinya luar biasa karena hasil laut luar biasa dan wisatanya juga sangat bagus," ucap Kadis PUPR NTB. 

Editor : Siti Aeny Maryam
#22 #jalan tol #Triliun #NTB #Lembar-Kayangan #Lombok