Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gempa Tektonik Magnitudo 3,2 Guncang Sumbawa, BMKG Minta Waspada Meski Tak Berpotensi Tsunami

Umar Wirahadi • Jumat, 6 Juni 2025 | 19:50 WIB
GEMPA BUMI: Stasiun Geofisika BMKG Kelas III Mataram menampilkan peta Pulau Sumbawa yang terdampak gempa tektonik dengan kekuatan magnitudo 3,2 pada Jumat (6/6).
GEMPA BUMI: Stasiun Geofisika BMKG Kelas III Mataram menampilkan peta Pulau Sumbawa yang terdampak gempa tektonik dengan kekuatan magnitudo 3,2 pada Jumat (6/6).

LombokPost – Stasiun Geofisika BMKG Kelas III Mataram melaporkan gempa tektonik dengan kekuatan magnitudo 3,2 mengguncang sebagian wilayah Pulau Sumbawa, Jumat (6/6).

Gempa bumi terjadi pukul 15.44 Wita.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Kelas III Mataram Sumawan dalam keterangan tertulis di Mataram mengatakan gempa tektonik terjadi di daratan pada jarak 14 kilometer arah Timur Laut Pulau Sumbawa. 

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa tektonik terjadi pada kedalaman 10 kilometer.

"Episenter terletak pada koordinat 8,43° LS dan 117,54° BT. Tepatnya berlokasi di darat pada jarak 14 kilometer arah Timur Laut Sumbawa pada kedalaman 10 kilometer," jelas Sumawan, Jumat (6/6). 

Disampaikan, berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempa bumi ini menimbulkan guncangan di sebagian daerah Sumbawa.

Dirasakan III MMI (getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa getaran seakan-akan truk berlalu).

Sumawan mengungkapkan hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

"Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Tapi harus tetap waspada," imbuhnya. 

Dia mengimbau masyarakat Sumbawa yang merasakan gempa untuk menghindar jika ada bangunan yang retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempa.

Lalu pastikan tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.

Dia juga mengingatkan masyarakat tetap waspada terkait kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan (aftershock). 

Dijelaskan Sumawan, jika memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif di darat. 

Karena tidak berpotensi tsunami, BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan oleh isu maupun informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. 

"Selalu pantau informasi resmi dari BMKG yang kami sebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang terverifikasi," tandas Sumawan. 

PANTAU GEMPA BUMI: Kantor Stasiun Geofisika BMKG Kelas III Mataram di Jalan Adi Sucipto, Mataram, aktif menyampaikan informasi tentang gempa bumi.
PANTAU GEMPA BUMI: Kantor Stasiun Geofisika BMKG Kelas III Mataram di Jalan Adi Sucipto, Mataram, aktif menyampaikan informasi tentang gempa bumi.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (https://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.

Editor : Kimda Farida
#pulau sumbawa #stasiun Geofisika BMKG #Tsunami #Gempa Bumi #Provinsi NTB