Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tenun Binaan PLTU Jeranjang Tampil Memukau di Lombok Sharia Festival 2025

Hamdani Wathoni • Selasa, 10 Juni 2025 | 18:44 WIB
ISTIMEWA: Penampilan para model mengenakan busana Tenun Mandalika binaan PLTU Jeranjang berhasil memukau di ajang Lombok Sharia Festival 2025 yang digelar di Lombok Epicentrum Mall tanggal 7-9 Juni.
ISTIMEWA: Penampilan para model mengenakan busana Tenun Mandalika binaan PLTU Jeranjang berhasil memukau di ajang Lombok Sharia Festival 2025 yang digelar di Lombok Epicentrum Mall tanggal 7-9 Juni.

LombokPost — Kain tenun tradisional hasil karya para penenun binaan PLTU Jeranjang berhasil mencuri perhatian pengunjung dalam gelaran Lombok Sharia Festival 2025 yang digelar di Lombok Epicentrum Mall, Kota Mataram, 7-9 Juni lalu.

Pada event yang menampilkan kekayaan budaya, ekonomi syariah, dan gaya hidup halal ini, Tenun Putri Mandalika yang merupakan tenun binaan PLTU Jeranjang tampil menawan bukan hanya sebagai busana, tetapi sebagai representasi warisan lokal budaya Lombok namun tetap bernuansa modern.

Bekerjasama dengan Desainer NTB Karya Rumah Namia, tenun dari para perempuan tangguh dari Desa Darek, Lombok tengah memadukan motif-motif khas Lombok seperti motif Bunga Tunjung Biru dengan sentuhan desain kontemporer yang elegan.

Dalam peragaan busana Islami bertema ”Crafting Futures with Sharia Economy” para model melenggang anggun mengenakan tenun binaan yang dibuat dengan teknik pewarnaan alami dan proses produksi ramah lingkungan.

”Kami bangga, karena produk tenun hasil pembinaan dari PLTU Jeranjang ini merupakan pionir tenun dengan ukuran kain 90 sentimeter yang dibutuhkan di dunia tenun nasional. Selama ini tenun di lombok belum ada yang memproduksi dengan ukuran seperti ini, ujar Ahmad dari perwakilan dari pihak Tenun Putri Mandalika.

Selain itu, Ahmad juga menyampaikan jika pihaknya juga memiliki motif yang dibuat sendiri yang akan menambah khazanah tenun di Lombok. ”Ini semua adalah hasil kolaborasi kami dengan PLN Indonesia Power PLTU Jeranjang,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan Maya, Desainer dari Rumah Namia. Dia mengungkapkan bahwa dirinya sangat senang dalam mengkolaborasikan Tenun Putri Mandalika dari Desa Darek.

Menurutnya, selain ukuran tenun yang sudah standar nasional, Tenun Putri Mandalika ini sudah menggunakan benang yang diproduksi sendiri melalui pencelupan warna alam yang lebih ramah lingkungan.

”Kami sangat senang dengan kolaborasi ini karena Tenun Putri Mandalika sudah mengusung tenun yang ramah lingkungan dengan penggunaan benang warna alam yang diproduksi oleh mereka sendiri,” ungkapnya.

Melalui program pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis lingkungan, PLTU Jeranjang tidak hanya menghadirkan energi listrik, tetapi juga menyalakan harapan dan potensi masyarakat di Pulau Lombok.

Pembinaan tenun yang sudah berjalan ini mencakup pelatihan pencelupan benang, peningkatan kualitas produk, hingga pendampingan pemasaran yang berkelanjutan.

Baca Juga: Tinjau Kesiapan Listrik Jelang Pilkada, Tim Jaksa Pengacara Negara Cek PLTU IPP Lombok Timur

Keikutsertaan tenun binaan PLTU Jeranjang dalam Lombok Sharia Festival 2025 sekaligus menunjukkan bahwa energi dan budaya dapat tumbuh bersama.

Di tengah semangat syariah, keadilan ekonomi, dan pelestarian tradisi, PLTU Jeranjang hadir sebagai mitra pemberdaya menyulam masa depan dari benang-benang lokal yang terus dikembangkan dengan cinta dan kepedulian. **

Editor : Pujo Nugroho
#Lombok Sharia Festival 2025 #LSF 2025 #pltu jeranjang #tenun #Lombok