Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Usai Viral Pernikahan Anak di Lombok, Istri Wapres Gibran Ingatkan Siswa NTB Nikah Tak Cukup Modal Cinta

Umar Wirahadi • Rabu, 11 Juni 2025 | 22:45 WIB
CEGAH PERNIKAHAN ANAK: Selvi Ananda Gibran (enam dari kanan) hadir menyampaikan motivasi terkait bahaya pernikahan anak usia dini di RSUP NTB, Rabu (11/6).
CEGAH PERNIKAHAN ANAK: Selvi Ananda Gibran (enam dari kanan) hadir menyampaikan motivasi terkait bahaya pernikahan anak usia dini di RSUP NTB, Rabu (11/6).

LombokPost – Bahaya pernikahan anak menjadi perhatian utama Selvi Ananda, istri Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, dalam kunjungannya ke NTB, Rabu (11/6).

Isu yang diangkat tersebut bukan tanpa kebetulan.

Apalagi Lombok baru saja diguncang kasus pernikahan anak yang melibatkan siswi SMP dan siswa SMK belum lama ini.

Kasus yang mendapat perhatian nasional itu viral di media sosial. 

"Kesiapan kesehatan reproduksi, mental, dan finansial merupakan hal yang krusial sebelum memasuki jenjang pernikahan," kata Selvi Ananda dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Anak Usia Dini yang berlangsung di RSUP NTB, Rabu (11/6). 

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB Sinta Agathia ikut mendampingi.

Sosialiasi menjadi relevan dengan dihadiri 150 siswa-siswi SMP di Kota Mataram.

Perwakilan kader posyandu Kota Mataram, Tim Penggerak PKK Kota Mataram dan OPD terkait di lingkungan Pemprov NTB. 

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mengedukasi masyarakat.

Khususnya kaum muda mengenai dampak pernikahan usia dini terhadap kesehatan, psikologis, dan masa depan generasi muda.

Selvi mengingatkan para siswa yang hadir bahwa pernikahan tidak cukup hanya bermodalkan cinta. Tapi yang paling penting adalah kedewasaan berpikir. 

"Semua aspek ini harus benar-benar dipikirkan untuk masa depan. Karena tanggung jawab dalam pernikahan itu sangat besar, apalagi jika dijalani di usia yang belum matang," paparnya.

Selvi mengingatkan orang tua dan masyarakat bahwa anak-anak harus diberikan ruang untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi mereka.

PEDULI ANAK-ANAK: Selvi Ananda Gibran dan Ketua PKK NTB Sinta Agathia berfoto bersama para siswa dan siswi SMP di Kota Mataram usai sosialisasi pencegahan pernikahan anak di RSUP NTB, Rabu (11/6).
PEDULI ANAK-ANAK: Selvi Ananda Gibran dan Ketua PKK NTB Sinta Agathia berfoto bersama para siswa dan siswi SMP di Kota Mataram usai sosialisasi pencegahan pernikahan anak di RSUP NTB, Rabu (11/6).

Jangan sampai pernikahan dini menjadi penghalang mereka untuk bermimpi dan mewujudkan cita citanya. 

Dia juga berpesan agar anak-anak generasi muda dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Sehingga dapat meraih impiannya. 

"Jadi untuk adik-adik yang masih duduk di bangku SMP, belajarlah dengan sungguh-sungguh. Setelah itu lanjutkan ke SMA, ke universitas, dan kejar cita-cita setinggi mungkin. Ketika sudah memiliki pendidikan yang cukup, pengalaman, dan kondisi ekonomi yang mapan barulah kita bisa berpikir untuk melangkah ke jenjang pernikahan," ungkapnya.

Selvi Ananda menyampaikan bahwa pernikahan dini tidak memiliki dampak positif dari berbagai sisi. Baik dari sisi mental dan hukum.

Oleh karena itu dia meminta semua pihak khususnya para otang tua untuk mencegah pernikahan dini pada anak-anaknya. 

"Tadi sudah disampaikan dari berbagai sudut pandang, dan kita bisa simpulkan bahwa tidak ada manfaat dari pernikahan usia dini. Karena itu, mari kita hentikan praktik pernikahan dini. Kita ingin generasi muda tumbuh kuat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan," tegas ibu dua anak itu. 

Ia juga mengajak semua pihak, termasuk generasi muda sendiri untuk ikut menyebarkan pesan penolakan terhadap pernikahan dini. 

"Kita semua harus bekerjasama. Termasuk adik-adik yang hadir di sini, kalian bisa mulai dengan menyampaikan kepada teman-teman yang mungkin punya keinginan menikah di usia dini. Sampaikan bahwa masih banyak hal yang bisa dicapai sebelum menikah. Gunakan media sosial untuk menyebarluaskan informasi dan semangat dari kegiatan ini. Itu sudah menjadi bentuk kontribusi nyata," tegasnya.  

Selvi menutup dengan harapan besar bawah anak-anak muda NTB bisa terus belajar, meraih cita-cita, dan berkontribusi dalam mewujudkan masa depan bangsa.

Apalagi pemerintah sudah mencanangkan Indonesia Emas 2045. 

 

CEGAH PERNIKAHAN DINI: Selvi Ananda Gibran (tengah) didampingi Ketua TP-PKK NTB Sinta Agathia (kiri) melakukan sosialisasi pencegahan pernikahan anak usia dini di RSUP NTB, Rabu (11/6).
CEGAH PERNIKAHAN DINI: Selvi Ananda Gibran (tengah) didampingi Ketua TP-PKK NTB Sinta Agathia (kiri) melakukan sosialisasi pencegahan pernikahan anak usia dini di RSUP NTB, Rabu (11/6).

"Setelah dari sini, mari kita sebarkan semangat ini. Semua harus belajar dengan sungguh-sungguh menjadi anak-anak yang pintar, tangguh, dan siap menggapai mimpi. Kita wujudkan Indonesia Emas 2045 bersama-sama," tandas ibu Jan Ethes itu.

Editor : Redaksi Lombok Post
#pernikahan dini #Ketua TP PKK NTB #Pernikahan Anak #Selvi Ananda Gibran #Sinta Agathia #Lombok