LombokPost – Infrastruktur yang terkoneksi dari berbagai sisi menjadi kunci untuk mengungkit pertumbuhan ekonomi daerah se-NTB.
Mulai dari konektivitas transportasi darat, laut maupun udara.
"Infrastruktur mendatangkan orang dan modal. Jika akses terbuka, desa wisata akan berkembang dan ekonomi lokal di kabupaten/kota akan ikut bergerak," kata ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mataram (Unram) Dr Firmansyah, Jumat (13/6).
Hal itu disampaikan dalam Podcast Bintang Edisi ke-10 yang digelar Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB.
Diskusi itu mengangkat tema aktual "Menakar Pembangunan NTB On The Track". Selain Dr Firmansyah, narasumber lainnya adalah Tim Transisi Iqbal-Dinda Dr Adhar Hakim.
Podcast ini menjadi ruang refleksi dan evaluasi awal terhadap capaian 100 hari kerja masa pemerintahan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri dalam mewujudkan visi NTB Makmur dan Mendunia.
Dr Firmansyah menyampaikan konektivitas infrastruktur menjadi elemen penting dalam memicu pertumbuhan ekonomi daerah.
Gagasan pembukaan jalur pelayaran Lembar–Sape dan penguatan akses jalan lintas Kayangan–Tano–Bima dipandang sebagai langkah konkret untuk mendukung konektivitas dan efisiensi logistik.
"Kita optimistis bisa. Asal arah pembangunan jelas dan dijalankan bersama," tegas Firmansyah.
Menurutnya, NTB menunjukkan arah kebijakan fiskal dan program prioritas yang cukup menjanjikan.
Meskipun terdapat tantangan dalam mempercepat pemulihan ekonomi di tengah tekanan global dan domestik.
Disampaikan, pemerintah berperan penting dalam menggerakkan ekonomi melalui belanja strategis dan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
"Jika belum mampu menarik modal besar, minimal kita bisa mendatangkan orang. Dengan itu, perputaran uang dan peluang usaha tetap tercipta,” jelasnya.
Tim Transisi Iqbal-Dinda Dr Adhar Hakim menegaskan bahwa berbagai langkah awal yang dilakukan dalam 100 hari pertama pemerintahan Iqbal-Dinda sudah membuat program unggulan dan kegiatan strategis pada tiga hal penting.
Yaitu pengentasan kemiskinan ekstrem, penguatan ketahanan pangan dan industrialisasi, serta destinasi wisata berkelas dunia.
"100 hari pertama memberikan landasan yang ditujukan dalam tiga fase utama. Yaitu kemiskinan, ketahanan pangan dan pariwisata berkualitas,” ujar Dr Adhar.
Menurutnya, dibutuhkan birokrasi kolaboratif untuk mencapai progres peningkatan pada segala aspek.
Juga harus ada orkestrasi yang on the track dalam membangun NTB Makmur Mendunia.
"Kami mendorong OPD bekerja dalam klaster pembangunan yang saling menguatkan, bukan secara sektoral atau parsial," paparnya.
Adhar menutup sesi diskusi dengan optimisme NTB akan menjadi daerah yang lebih baik di bawah kepemimpinan Iqbal-Dinda.
Baik dari sisi pembangunan daerah, pertumbuhan ekonomi hingga pengentasan kemiskinan.
"Dreams come true," tandasnya penuh optimisme.
Editor : Prihadi Zoldic