LombokPost - NTB bersiap serius menjadikan sampah jadi listrik. Gubernur NTB Dr Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, proyek waste to energy bakal jadi tulang punggung baru dalam mengejar target net zero emission 2050.
Pernyataan itu disampaikan saat Gubernur menerima audiensi General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti di Ruang Kerja Gubernur, Senin (16/6).
Dalam pertemuan tersebut, PLN memaparkan Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 yang fokus pada penambahan kapasitas Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 25,19 persen hingga 2034.
Gubernur NTB langsung menyoroti pentingnya memasukkan proyek waste to energy ke dalam rencana strategis tersebut.
“Kita punya tantangan besar soal sampah, terutama di TPA Regional Kebon Kongok. Ini peluang untuk menjadikan sampah jadi listrik yang berdampak langsung bagi lingkungan dan target net zero emission kita,” tegas Iqbal.
Provinsi NTB selama ini dikenal memiliki potensi besar dalam EBT berbasis alam—matahari, angin, panas bumi, air, hingga arus laut.
Namun, Gubernur NTB menyebut bahwa waste to energy adalah solusi ganda: mengurangi tumpukan sampah dan menghasilkan listrik bersih secara berkelanjutan.
“Dengan pulau yang kecil, kita sulit mengelola sampah tanpa memanfaatkannya. Waste to energy ini jawabannya. Kita bisa tekan ketergantungan pada landfill,” kata Iqbal.
Konsep besar yang diusung NTB sebagai destinasi wisata berbasis zero waste dinilai tak bisa lepas dari inovasi pengolahan sampah jadi energi.
Gubernur pun menyatakan akan segera berdiskusi dengan Kementerian ESDM untuk memasukkan proyek waste to energy ke dalam RUU APBN sebagai dasar hukum dan dukungan anggaran yang kuat.
“Kita ingin PLN juga ikut mendorong ini dari sisi teknis dan perencanaan. Sinergi pusat dan daerah sangat penting untuk sukseskan net zero emission 2050,” tandas Gubernur.
Dengan langkah agresif ini, NTB kembali menegaskan posisinya sebagai provinsi pelopor dalam pengembangan energi ramah lingkungan dan pemanfaatan sampah jadi listrik secara nyata. (***)
Editor : Alfian Yusni