Tak hanya jadi bahan diskusi di dunia nyata, di media sosial pun ramai sekali netizen memperbincangkan sikap Bupati Lombok Timur yang baru dilantik beberapa bulan yang lalu ini. Sebagian netizen di dunia maya menilai sikap Bupati Lombok Timur tersebut kurang arif jika benar melakukan aksi pengusiran seperti yang terlihat di rekaman video.
Video tersebut sempat membuat kegaduhan yang cukup parah antara masyarakat Lombok Timur dan Lombok Tengah, hingga keluar ancaram pemboikotan warga Lombok Timur yang akan melintasi wilayah Lombok Tengah.
Sementara pihak Lombok Timur pun mengaku punya alasan tersendiri mengapa melakukan tindakan tersebut. Bahkan ada isu jika sikap Bupati Lombok Timur tersebut dipicu oleh informasi sepihak yang disampaikan seorang pembisik saat di lokasi.
Tak ingin masalah makin meluas, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, langsung turun tangan mengambil langkah antispasi.
Gubernur NTB mengirim Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB Lalu Moh Faozal untuk bertemu dan berdiskusi dengan pelaku wisata dan masyarakat di Teluk Ekas guna menyelesaikan masalah yang ada di lapangan.
Sebagai pimpinan daerah, Gubernur NTB sering berkomunikasi dengan Bupati Lombok Timur Haerul Warisin. Untuk itu Gubernur NTB berharap agar kejadian itu tidak terlalu dibesar-besarkan.
"Mungkin karena ini potongan video, sehingga tidak lengkap apa yang disampaikan oleh Pak Bupati. Tapi intinya kita ingin meningkatkan sektor pariwisata, sehingga semua pihak harus dilibatkan," nilai Gubernur NTB.
Gubernur NTB yang dikonfirmasi wartawan usai menerima penyerahan opini WTP oleh BPK RI pada sidang paripurna di Gedung DPRD NTB di Mataram, Kamis (19/6), berharap semua pihak bisa mengerem diri demi menjaga kelangsungan pariwisata NTB.
"Insya Allah kita menemukan jalan keluar yang paling nyaman bagi semua pihak. Semua orang harus terlibat di dalam upaya kita membangun pariwisata NTB ini," pinta Gubernur NTB.
Sebelumnya Kepala Diskominfotik NTB, Yusron Hadi sudah menegaskan jika Pemprov NTB berkomitmen menyelesaikan persoalan ini dengan pendekatan dialog dan solusi yang adil bagi semua pihak.
“Pak Gubernur sudah langsung menugaskan Asisten II untuk mengecek dan memastikan apa yang sebenarnya terjadi di lokasi. Tentu semua pihak akan diajak bicara untuk mencari solusi terbaik. Ini untuk kebaikan kedua pemerintah kabupaten, pelaku usaha wisata, wisatawan, maupun masyarakat setempat,” ujar Kepala Diskominfotik NTB, Yusron Hadi, saat dikonfirmasi Kamis (19/6).
Editor : Siti Aeny Maryam