Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kabut Tebal dan Medan yang Ekstrem Sulitkan Evakuasi Pendaki Wanita asal Brasil

Umar Wirahadi • Senin, 23 Juni 2025 | 04:51 WIB
MEDAN EKSTREM: Tim evakuasi turun menggunakan tali ke bawah bukit untuk melakukan evakuasi pendaki asal Brasil yang terjatuh Sabtu (21/6).
MEDAN EKSTREM: Tim evakuasi turun menggunakan tali ke bawah bukit untuk melakukan evakuasi pendaki asal Brasil yang terjatuh Sabtu (21/6).

LombokPost – Tim gabungan masih berjuang keras melakukan evakuasi pendaki wanita asal Brasil yang terjatuh di jalur pendakian Gunung Rinjani.

Pendaki asal Brasil bernama Juliana (inisial JDSP) itu dilaporkan jatuh ke arah Danau Segara Anak di sekitar titik Cemara Nunggal pada Sabtu (21/6). 

Hingga Minggu malam (22/6) tim SAR gabungan masih berupaya melakukan proses evakuasi.

Tim terdiri dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Basarnas Mataram, BPBD Lotim, Koramil Sembalun dan Polsek Sembalun.

"Sampai malam ini (Minggu malam, Red) tim masih berjuang melakukan evakuasi," kata Ketua Tim Evakuasi Balai TNGR Gede Mastika kepada Lombok Post, Minggu malam (22/6). 

Disampaikan, upaya evakuasi dilakukan pertama kali pada Sabtu pukul 14 30 Wita. 

Saat itu tim pendahulu sudah mulai memasang tali di lokasi jatuhnya korban.

Namun pukul 16.00 Wita, korban dilaporkan semakin terperosok ke bawah jurang.

Sehingga tali sepanjang 300 meter belum mampu menjangkau titik keberadaan korban. 

Pukul 20.00, tim evakuasi telah turun sedalam 300 meter ke bawah bukit.

Tetapi upaya itu tetap belum bisa menjangkau korban.

Bahkan anggota tim evakuasi sampai bermalam di tebing (flying camp) dengan kedalaman 200 meter di bawah bukit.

"Dari kedalaman itu tim sudah berusaha memanggil korban tapi tidak ada sahutan ataupun respon dari korban," tutur Gede Mastika. 

Upaya pencarian kembali dilanjutkan Minggu (22/6). Pada Minggu pagi tim telah menyambungkan tali dengan harapan bisa menjangkau keberadaan korban.

Kali ini tim juga menggunakan drone thermal untuk memantau keberadaan perempuan berusia 27 tahun itu. 

APEL PASUKAN: Tim gabungan melakukan apel pasukan Minggu malam (22/6) sebelum terjun ke medan evakuasi di jalur pendakian Gunung Rinjani.
APEL PASUKAN: Tim gabungan melakukan apel pasukan Minggu malam (22/6) sebelum terjun ke medan evakuasi di jalur pendakian Gunung Rinjani.

"Hasil pantauan pukul 10.00 Wita, informasi visual dari drone menunjukkan korban tidak lagi berada di titik sebelumnya," jelas Gede. 

Upaya evakuasi lanjutan tersebut terganggu oleh cuaca ekstrem. Seperti munculnya kabut tebal dan cuaca basah.

Sehingga drone thermal belum dapat digunakan maksimal untuk melihat keberadaan korban.

Di sisi lain, medan yang sangat ekstrem di jalur pendakian tersebut sangat menyulitkan proses evakuasi.  

Dalam rapat darurat, tim evakuasi memutuskan dua skema pencarian.

Yaitu dilakukan secara manual dengan terus memanjangkan tali. Serta pencarian udara via drone thermal.

Photo
Photo

"Mohon doa dan dukungan untuk keselamatan tim dan keberhasilan pencarian. Tentu pencarian akan dilanjutkan Senin (23 Juni, Red)," tandas Gede Mastika.

Editor : Siti Aeny Maryam
#pendaki #Gunung Rinjani #medan ekstrem #Balai Taman Nasional Gunung Rinjani #brasil #kabut tebal #tim evakuasi