LombokPost-Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menutup sementara jalur menuju puncak Gunung Rinjani.
Kebijakan ini dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi terhadap Juliana, WN Brasil, yang terjatuh di jurang Gunung Rinjani.
"Kami tutup sementara dari jalur pelawangan 4 Sembalun ke puncak Rinjani," kata Kepala Balai TNGR Yarman, Selasa (24/6).
Yarman menerangkan, penutupan jalur menuju puncak dilakukan per hari ini, Selasa (24/6), hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Dilakukan berdasarkan pertimbangan aspek keselamatan, tim evakuasi, dan kondusivitas kawasan.
"Sampai proses evakuasi selesai. Setelah itu kami akan buka kembali (jalur menuju puncak)," ujarnya.
Dengan kebijakan ini, Yarman meminta permakluman kepada seluruh pendaki.
"Kami memohon pengertian dan kerja sama seluruh pihak demi kelancaran upaya kemanusiaan ini," tandasnya.
WN Brasil Jatuh di Jurang Cemara Nunggal
Sabtu (21/6), pendaki asal Brasil, Juliana, jatuh di jurang Gunung Rinjani. Tim gabungan kemudian berusaha keras melakukan evakuasi terhadap Juliana.
Baca Juga: Tiga Helikopter Dikerahkan untuk Evakuasi WNA Brasil yang Jatuh di Rinjani
Selasa (24/6) upaya evakuasi rencananya dilakukan helikopter dengan spesifikasi airlifter (pengangkutan melalui jalur udara).
Helikopter pertama disiapkan oleh Mabes TNI bersama Basarnas yang akan tiba hari ini (24/6) sekitar pukul 14.00 Wita di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM).
Sementara itu, satu helikopter lainnya berspesifikasi Medivac (medical evacuation) disediakan pihak asuransi sudah berada terlebih dahulu di BIZAM.
Satu helikopter lainnya milik PT AMNT (Amman Mineral Nusa Tenggara) berspesifikasi airlifter juga dalam posisi siaga di Sumbawa Barat.
Editor : Akbar Sirinawa