Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pendaki Brasil Juliana Dipastikan Meninggal Dunia di Jurang Gunung Rinjani, Jenazah akan Dibawa ke RS Bhayangkara

Akbar Sirinawa • Rabu, 25 Juni 2025 | 07:37 WIB
Rescuer melakukan upaya evakuasi terhadap pendaki Brasil yang terjatuh di jurang Gunung Rinjani. (Dok Kantor SAR Mataram).
Rescuer melakukan upaya evakuasi terhadap pendaki Brasil yang terjatuh di jurang Gunung Rinjani. (Dok Kantor SAR Mataram).

LombokPost-Warga Negara Brasil, Juliana, yang terjatuh di jurang Gunung Rinjani dipastikan telah meninggal dunia. Kabar duka ini dikonfirmasi Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad syafii.

”Satu orang rescuer atas nama Hafid Hasadi berhasil menjangkau korban. Kemudian dilakukan pemeriksaan kepada korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kehidupan,” kata Marsekal Madya Syafii dalam keterangan persnya, Selasa malam (24/6).

Dalam keterangannya, Syafii menyebut korban berhasil dijangkau rescuer pada pukul 18.00 Wita, pada kedalaman 600 meter dari posisi awal korban terjatuh di sekitar Cemara Nunggal, Gunung Rinjani.

”Kita sebut Datum Point. Dari sebelumnya kita perkirakan korban di kedalaman 400 meter, ternyata ada pergeseran ke bawah lagi di kedalaman 600 meter,” ujarny.

Kemudian, pada pukul 18.31 Wita, tiga rescuer, Samsul Fadli dari Unit Sar Lombok Timur serta Agam dan Tio dari Rinjani Squad, menyusul diturunkan untuk mendekati korban.

”Selanjutnya terhadap korban dilakukan wrapping survivor,” ungkapnya.

Setelah mendapat informasi tentang kondisi korban, tim SAR gabungan yang ada di LKP atau Last Known Position menyiapkan sistem evakuasi.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari 7 rescuer melaksanakan flying camp pada tiga titik. Titik pertama,  rescuer berada di anchor point; titik kedua di kedalaman 400 meter; dan 4 rescuer bersama korban di Datum Point, pada kedalaman 600 meter.

Syafii melanjutkan, pada pukul 19.00 Wita, kondisi cuaca di Gunung Rinjani tidak memungkinkan untuk melakukan evakuasi terhadap korban. Disebabkan kabut, membuat jarak pandang sangat terbatas.

Karena itu, proses evakuasi terhadap jenazah Juliana rencananya dilanjutkan hari ini (Rabu, 25/6). ”Korban nanti akan diangkat ke atas,” kata Syafii.

Dari LKP, korban akan dibawa menuju posko Sembalun menyusuri jalur pendakian dengan cara ditandu.

Di posko Sembalun, telah standby satu unit helikopter. Selanjutnya, korban rencananya akan dibawa menggunakan helikopter menuju RS Bhayangkara Polda NTB.

”Nanti akan dilakukan evakuasi medis udara,” tandasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
#Gunung Rinjani #brasil #basarnas #Juliana