Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pernikahan Berubah Petaka, Pria di Lombok Ini Ternyata Kena Tipu Istri Dengan Status ‘Gadis’ Hingga Ngamuk dan Habiskan Banyak Harta

Fratama P. • Rabu, 25 Juni 2025 | 13:35 WIB
Pengantin viral di Lombok
Pengantin viral di Lombok

LombokPost - Sebuah kisah mengejutkan datang dari Lombok, di mana momen sakral pernikahan antara Rodi Handika dan Nurdiana berubah menjadi drama yang memilukan. 

Alih-alih merayakan kebahagiaan, pengantin pria Lombok, Rodi, justru dilanda amarah besar setelah terungkap fakta tak terduga tentang istrinya.

Menjadi viral di Lombok, rupanya calon istrinya ternyata bukan seorang gadis lajang, melainkan telah menikah sebanyak tiga kali sebelumnya.

Kejadian viral ini berpusat di Dusun Sangkor, Desa Bakan, Kecamatan Janapria, Lombok Tengah. 

Rodi, pemuda dari Dusun Batu Sambak, Desa Montong Tangi, Kecamatan Sakra Timur, Lombok Timur, datang dengan niat tulus untuk mempersunting Nurdiana. 

Ia bahkan telah menyiapkan mahar mewah berupa 20 gram emas dan uang adat pernikahan (pisuke) senilai Rp 60 juta, menunjukkan keseriusan penuh.

Namun, kebahagiaan yang baru saja dirasakan Rodi menjadi pengantin baru dan suami seketika sirna. 

Setelah seluruh prosesi akad nikah dan adat selesai dilaksanakan, sebuah informasi mengejutkan tiba-tiba terkuak. 

Rodi baru mengetahui bahwa perempuan yang baru saja menjadi istrinya itu ternyata telah "menamatkan tiga musim" pernikahan sebelumnya. 

Nurdiana diketahui telah menikah sebanyak empat kali, menjadikan Rodi sebagai suami keempatnya. 

Fakta ini sontak membuat pengantin pria tersebut murka dan langsung meninggalkan acara adat yang sedang berlangsung.

Kepala Desa Bakan, Jefry, membenarkan adanya kejadian yang tidak diinginkan ini terjadi.

Ia menyatakan bahwa informasi mengenai masa lalu Nurdiana baru terungkap setelah akad nikah. 

"Benar bahwa perempuan ini memang sudah pernah menikah. Bahkan menurut informasi dari Bhabinkamtibmas, ini pernikahan keempatnya," kata Jefry.

Keluarga Rodi merasa sangat tertipu, seolah-olah mereka telah "menerima kado palsu". 

Mereka menuding pihak desa dan keluarga Nurdiana tidak transparan sejak awal mengenai riwayat pernikahan sang mempelai wanita. 

Situasi pun semakin memanas saat suasana pelaminan yang seharusnya penuh sukacita berganti menjadi arena luapan emosi. 

Puncaknya, keluarga Rodi memilih meninggalkan lokasi resepsi, membuat Nurdiana, sang pengantin wanita, syok berat dan bahkan dikabarkan pingsan di tempat karena tidak kuat menahan rasa malu dan tekanan yang luar biasa. 

Ironisnya, malam pertama pernikahan pun belum sempat mereka nikmati karena menjalankan prosesi adat Lombok secara bersamaan.

Usai akad, pasangan ini sempat mengikuti prosesi Nyongkolan, tradisi iring-iringan pengantin dari rumah pria di Lombok Timur menuju rumah wanita di Lombok Tengah.

Namun, iring-iringan tersebut kini terasa mengiring kenangan pahit yang menghampiri kedua mempelai.

Kini, pihak keluarga Rodi tengah mempertimbangkan langkah hukum yang akan ditempuhnya pada pengantin wanita. 

Mereka berencana menuntut ganti rugi atas seluruh biaya yang telah dikeluarkan untuk pernikahan, mulai dari mahar, resepsi, hingga prosesi adat, serta menuntut kompensasi atas kerugian immaterial yang mereka rasakan.

Kedua pihak pun dikabarkan sudah berdamai dengan dikembalikannya semua biaya dan mahar yang dikeluarkan Rodi.

Kisah ini menjadi pengingat penting bagi banyak orang meskipun cinta bisa membutakan, ada baiknya membuka mata lebar-lebar sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. 

Kisah yang viral di media sosial ini bisa menjadi pelajaran berharga untuk memastikan semua riwayat hidup calon pasangan jelas, demi menghindari drama tak terduga di tengah hari bahagia.

Sampai saat ini, banyak netizen memberikan komentar beragam pada pengantin viral di Lombok satu ini.***

Editor : Fratama P.
#viral #pengantin #pernikahan #Lombok