Selasa 24 Juni 2025 pukul 16.30, Lalu Gita Ariadi telah dilantik oleh Sekjen Kemendagri, Komjen Pol Tomsi Tohir di Gedung F lantai 3 sebagai Pejabat Fungsional Dosen IPDN.
Jalan mulus Gita Ariadi menuju IPDN ini membawa kesan tersendiri bagi pemerintahan Gubernur H Muhamad Lalu Iqbal dan Wakil Gubernur NTB Hj Indah Dhamayanti Putri.
TuBaca Juga: Miq Gite Tunas Pamit, Undur Diri Dari Jabatan Sekda dan Memilih Mengabdi di IPDN
Iqbal-Dinda sangat menjunjung tinggi nilai sebuah pengabdian dan menghargai senioritas birokrasi.
Selain itu, pemerintah Iqbal-Dinda telah terbukti tidak meneruskan tradisi ganti rezim dan saling babat yang marak terjadi setiap pergantian kepala daerah yang baru.
Bahkan pemerintahan Iqbal-Dinda, dalam beberapa kali transisi kepemimpinan dilingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, tak meninggalkan jejak balas jasa yang mana biasanya yang diangkat menjadi pejabat adalah para tim sukses yang telah berjasa menjadikannya Gubernur dan Wakil Gubernur NTB.
Salah satu contoh yang nyata adalah mutasi pejabat teras atas di lingkup Pemprov NTB yang terjadi bulan lalu. Begitu pun di balik proses pergantian Gita Ariadi selaku Sekda Provinsi NTB, benar-benar dilakukan secara profesional, dewasa dan bermartabat.
Sebagai Kadiskominfotik Provinsi NTB Yusron Hadi pun ikut menjadi saksi bagaimana kepemimpinan Iqbal-Dinda selalu mengedepankan profesionalisme, santun dan bermartabat dalam memimpin birokrasi. Terlebih lagi dalam hal transisi kepemimpinan di birokrasi Pemprov NTB, termasuk transisi Sekda yang baru saja terjadi.
"Ada pelajaran berarti dari sisi mengelola transisi kepemimpinan secara lebih bermartabat yang di tunjukan oleh Iqbal-Dinda," nilai Yusron Hadi.
Bagaimana tidak? Pemerintahan Iqbal-Dinda bukan hanya memulai dengan rotasi tanpa ada satupun pejabat yang di non-jobkan, tapi juga memastikan suksesi Sekda berjalan sangat rapi.
Yusron Hadi menilai cara ini wajar saja diambil, mengingat Gubernur Iqbal merupakan mantan birokrat kawakan.
"Beliau paham bagaimana menjaga martabat sesama birokrat. Selain itu, rotasi itu memberinya kesempatan mengenal para pejabat lebih jauh," tambah Yusron.
Disisi lain, Yusron Hadi yakin, pasti banyak tekanan kepada Gubernur Iqbal untuk segera mengganti Sekda kala itu. Dan jika Gubernur Iqbal mengikutinya maka Sekda yang diganti otomatis pensiun.
Namun Gubernur Iqbal bersikap sangat bijaksana dan bermartabat dengan memilih jalannya sendiri.
"Beliau justru memberi kesemoatan kepada Miq Gita untuk menyelesaikan proses kepindahan ke jabatam fungsional diplomat yang akan memperpanjang masa baktinya dari 60 tahun menjadi 65 tahun. Baru setelah Miq Gita dilantik, Gubernur menunjuk plh," jelas Yusron Hadi.
Menurut Yusron Hadi, dengan cara inilah Iqbal - Dinda menjaga marwah birokrat senior yang sudah puluhan tahun mengabdi buat NTB.
"Gubernur Iqbal sangat percaya, barang siapa memudahkan orang lain maka Allah akan memudahkan hidupnya," tambah Yusron Hadi.
Itu sebabnya Yusron Hadi menilai sikap kepemimpinan Iqbal - Dinda patut menjadi contoh bagi yang lain, terutama tentang bagaimana cara menghargai orang lain yang patut diteladani.
"Selamat menempuh pengabdian baru Mamiq Lalu Gita Aryadi, Bravo Miq Gub! Tetaplah jadi orang baik," ucap Yusron Hadi mengakhiri wawancaranya Rabu (25/6).
Editor : Siti Aeny Maryam