Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bukan Mimpi, Dalam Waktu Dekat Kabupaten Bima Akan Miliki Jembatan Raksasa Senilai Rp 1 Triliun

Rosmayanthi • Kamis, 26 Juni 2025 | 06:40 WIB

Dalam waktu dekat Kabupaten Bima akan miliki jembatan raksasa senilai Rp 1 Triliun yang menghubungkan dua desa di dua kecamatan.
Dalam waktu dekat Kabupaten Bima akan miliki jembatan raksasa senilai Rp 1 Triliun yang menghubungkan dua desa di dua kecamatan.
LombokPost - Bukan mimpi, dalam waktu dekat Kabupaten Bima akan miliki jembatan raksasa senilai Rp 1 Triliun.

Bukan jembatan biasa, Kabupaten Bima akan miliki jembatan raksasa yang dibangun dengan dana sekitar Rp 1 Triliun.

Dana Rp 1 Triliun untuk pembangunan jembatan raksasa di Kabupaten Bima ini sepuhnya akan dibiayai oleh pemerintah pusat melaui APBN.

Itu sebabnya, keinginan masyarakat Kabupaten Bima bisa memiliki jebatan raksasa senilai Rp 1 Triliun akan segera terwujud.

Jembatan raksasa yang akan dibangun ini adalah Jembatan Lewa Mori yang menghubungi Desa Panda Kecamatan Palibelo ke Desa Sondosia Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima.

Informasi pembangunan jembatan raksasa di Kabupaten Bima ini disampaikan oleh Anggota Komisi V DPR RI dari Dapil NTB I Mori Hanafi di Mataram Selasa (24/6).

Mori Hanafi memastikan pembangunan Jembatan Lewa Mori akan mulai pada pertengahan Tahun 2026 ini.

Mori Hanafi mengungkapkan, proses penyusunan dokumen teknis atau Detail Engineering Design (DED) Jembatan Lewa Mori tengah berlangsung dan ditargetkan tuntas pada Oktober 2025. 

“Saat ini DED-nya sedang direview. Kalau lancar, pembangunan Jembatan Lewa Mori bisa dimulai tahun depan,” ungkap Mori Hanafi kepada wartawan di Mataram.

JalanmBaca Juga: Jalan Mulus Gita Ariadi Menuju IPDN Menjadi Bukti Kepemimpinan Birokrasi Iqbal-Dinda yang Bermartabat

Mori Hanafi mengakui jika tadinya proyek Jembatan Lewa Mori ini direncanakan baru akan dibangun pada 2028. 

Namun, Mori Hanafi mengaku telah melakukan berbagai pendekatan dan koordinasi dengan pihak terkait agar prosesnya bisa dipercepat.

“Saya perjuangkan agar tidak molor. Lewat komunikasi lintas kementerian, alhamdulillah bisa dimajukan ke 2026,” ungkap Mori Hanafi.

Alasan Mori Hanafi melobi supaya pembanguna Jembatan Lewa Mori dipercepat pembangunannya adalah karena pembangunan Jembatan Lewa Mori memiliki nilai strategis dan anggaran besar.

 “Nilainya sekitar Rp1 triliun. Ini bukan proyek kecil, jadi perjuangannya juga besar,” tegas Mori Hanafi.

Rencananya, anggaran Rp 1 Triliun untuk pembangunan Jembatan Lewa Mori akan dibagi dalam beberapa tahap pengerjaan. 

Pertama, dilakukan penimbunan sepanjang 4 kilometer dari dua sisi. Kemudian sisanya akan dilanjutkan dengan pengerjaan jembatan sepanjang 1,6 kilometer. 

Dan masalah dana ini telah disetujui pemerintah pusat, sehingga jembatan yang menghubungkan Desa Panda Kecamatan Palibelo dengan Desa Daru Kecamatan Bolo final akan dimulai kontruksinya pada 2026 dengan anggaran lebih kurang sebesar Rp 1 Triliun.

Tak hanya Jembatan Lewa Mori, Mori Hanafi juga sedang mendorong penyelesaian proyek Samota yang semula diusulkan senilai Rp600 miliar. Namun, setelah melalui evaluasi teknis, kebutuhannya diperkirakan turun menjadi sekitar Rp400 miliar.

Dan untuk pembangunan di wilayah Pulau Lombok, Mori Hanafi menegaskan tidak mencampuri karena sudah ada anggota DPR RI lain yang membidangi wilayah tersebut, sesuai Dapil. 

“Saya fokus di dapil saya sendiri. Tapi tetap koordinasi berjalan agar semua wilayah terlayani,” ucapnya.

Mori Hanafi berharap masyarakat memahami proses panjang dan dinamis dalam mewujudkan proyek-proyek besar seperti Jembatan Lewa Mori ini.

 

Editor : Siti Aeny Maryam
#anggota dpr ri #Kabupaten Bima #Mori Hanafi #jembatan raksasa #NTB