Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tunggu Hasil Otopsi, Keluarga Juliana Pendaki Jatuh Dari Rinjani Kirim Pesan Terakhir Pada Guide: Jika Anda Tiba Lebih Awal…

Fratama P. • Kamis, 26 Juni 2025 | 20:42 WIB
Pendaki Juliana yang jatuh di Gunung Rinjani
Pendaki Juliana yang jatuh di Gunung Rinjani

LombokPost - Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Juliana Marins yang jatuh di Gunung Rinjani rencananya akan menjalani proses autopsi di Bali. 

Sebelumnya, autopsi Juliana yang jatuh di Gunung Rinjani direncanakan akan dilakukan di RS Bhayangkara Mataram, NTB, namun dibatalkan karena tidak adanya dokter yang bertugas.

Proses autopsi yang akan dilakukan pada Juliana, pendaki yang jatuh di Gunung Rinjani juga dibenarkan oleh pemerintah daerah NTB.

Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Indah Damayanti Putri, mengonfirmasi rencana autopsi di Bali. 

"Autopsi direncanakan akan dilaksanakan di Bali," kata Indah.

Indah menjelaskan bahwa pembatalan autopsi di RS Bhayangkara Mataram disebabkan oleh tugas sang dokter yang sedang berada di Sumatera. 

Ia mengakui bahwa NTB hanya memiliki satu dokter autopsi sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan tindakan pada Juliana.

"Sehingga, kami mencari opsi yang terdekat di Denpasar. Bapak Kapolda NTB sudah berkoordinasi dengan Kapolda Bali. Setiba jenazah di Bali, dilaksanakan proses autopsi dan persiapan keberangkatan ke Brasil," terangnya.

Lebih lanjut, Indah mengungkapkan bahwa autopsi ini penting untuk mengetahui waktu pasti meninggalnya Juliana. 

Informasi ini, meskipun penyebab kematian sudah diketahui terkait insiden pendakian, diperlukan sebagai kelengkapan dokumen untuk proses pemakaman di negara asalnya, Brasil. 

"Mereka (keluarga) ingin mengetahui waktu kematiannya. Karena, penyebab kematiannya mereka tahu dalam proses pendakian. Tetapi, waktu kematian, karena itu dibutuhkan oleh mereka untuk proses dokumen ketika itu, nanti itu proses pemakaman di Brasil," jelas Indah.

Jenazah Juliana akan segera dibawa menuju Bali melalui jalur darat setelah proses administrasi di RS Bhayangkara Mataram selesai. 

"Jenazah akan dibawa ke Bali, kemudian akan diberangkatkan ke Brasil. Sementara, masih dalam proses administrasi (di RS Bhayangkara)," tambah Wagub Indah.

Sementara itu, Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) NTB, Lalu Moh Faozal, menegaskan bahwa seluruh proses penanganan korban menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. 

Ini mencakup pemulangan jenazah Juliana ke Brasil dan dukungan terhadap kebutuhan keluarga. 

"Ini bagian dari komitmen dan empati kami," tegas Faozal.

Setelah autopsi selesai di Denpasar, jenazah Juliana akan diterbangkan ke Brasil melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali. 

Faozal juga menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang terlibat dalam upaya evakuasi, mulai dari Basarnas, Taman Nasional Gunung Rinjani, relawan, hingga aparat TNI dan Polri.

Bersamaan dengan hal itu, keluarga Juliana menuliskan pesan terakhir untuk para guide Gunung Rinjani melalui DM Instagram.

Kepada Agam dan Tyo,

Atas nama keluarga Juliana Marins, kami ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tulus dan mendalam atas segala kemurahan hati, keberanian, dan dukungan yang telah kalian tunjukkan dalam bergabung dengan tim penyelamat di Gunung Rinjani.

Kami tahu kondisi yang sangat buruk dan risiko besar yang kalian hadapi. Berkat dedikasi dan pengalaman kalian, tim akhirnya dapat mencapai Juliana dan memberi kami, setidaknya, momen perpisahan ini.

Meskipun hasilnya sudah di luar kendali kami, kami menyimpan perasaan dalam hati bahwa, jika Anda berhasil tiba lebih awal, mungkin nasibnya bisa berbeda.

Tindakan kalian tidak akan pernah terlupakan. Terimalah semua rasa hormat, kekaguman, dan rasa terima kasih yang tak terhingga dari kami.

Dengan cinta,

Keluarga Juliana Marins

Itulah bunyi pesan yang dituliskan oleh keluarga Juliana kepada para guide di Gunung Rinjani NTB.***

Editor : Fratama P.
#pendaki #Gunung Rinjani #Juliana